Cara melakukan Uji Validitas Product Moment dengan SPSS
Cara melakukan Uji Validitas Product Moment dengan SPSS | Setiap penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode angket atau kuesioner maka perlu dilakukan uji validitas. Uji validitas berguna untuk mengetahui kevalidan atau kesesuaian angket yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data dari para responden atau sampel penelitian. Uji validitas product moment pearson correlation menggunakan prinsip mengkorelasikan atau menghubungkan antara masing-masing skor item atau soal dengan skor total yang diperoleh dari jawaban responden atas kuesioner.
Dasar Pengambilan Keputusan Uji Validitas Product Moment
Setiap uji dalam statistik tentu mempunyai dasar dalam pengambilan keputusan sebagai bahan acuan atau pedoman untuk membuat kesimpulan. Begitu pula uji validitas product moment pearson correlation ini. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji ini, bisa dilakukan melalui beberapa cara yaitu:
*Membandingkan Nilai r hitung dengan Nilai r tabel
*Membandingkan Nilai Sig. (2-tailed) dengan Probabilitas 0,05
Contoh Kasus Uji Validitas Product Moment dalam Penelitian
Menuju kebagian praktek, yakni cara melakukan uji validitas product moment dengan SPSS. Data yang akan saya uji validitas adalah data Partisipasi Siswa dalam Pemilihan Ketua OSIS dengan total responden berjumlah 20 siswa atau N = 20 dan item soal sebanyak 7 buah. Uji validitas ini akan dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 21. Adapun tabulasi data jawaban responden dapat lihat pada tabel di bawah ini.
[Download Data excel Input-Output SPSS]
Catatan: pertanyaan tersebut adalah jenis pertanyaan positif (favorable) dengan skala likert dimana setiap pertanyaan memiliki lima pilihan jawaban dengan penskorannya, sebagai berikut:
Langkah-langkah Uji Validitas Product Moment dengan SPSS
1. Persiapkan tabulasi data angket yang ingin di uji dalam file doc, excel, dll (seperti contoh di atas ada di excel). Buka program SPSS, jika anda belum punya silahkan download SPSS full version. Kemudian klik Variable View, di bagian pojok kiri bawah program. Pada bagian Name tuliskan Item_1 ke bawah sampai Item_7 (sampai 7 karena item soal dalam contoh ini berjumlah 7 buah) terakhir tulis Skor_total. Pada Decimals ubah semua menjadi angka 0, untuk bagian Measure pilih Scale, abaikan saja untuk pilihan yang lainnnya.
2. Klik Data View (di bagian pojok kiri bawah) dan masukkan data skor angketnya, bisa dilakukan dengan cara copy paste dari tabulasi data angket yang sudah dipersiapkan tadi.
3. Selanjutnya, pilih menu Analyze, kemudian pilih sub menu Correlate, lalu pilih Bivariate
4. Kemudian muncul kotak baru, dari kotak dialog "Bivariate Correlations", masukkan semua variabel ke kotak Variables:. Pada bagian "Correlation Coefficients" centang (v) Pearson, pada bagian "Test of Significance" pilih Two-tailed. Centang Flag significant Corerrelations lalu klik Ok untuk mengakhiri perintah.
5. Selanjutnya akan muncul Output hasilnya. Tinggal kita interpretasikan hasil tersebut, agar menjadi lebih jelas dan mudah dipahami.
Interpretasi Output Uji Validitas Product Moment SPSS
Dari output SPSS di atas, sebenarnya kita sudah dapat mengetahui apakah item-item angket yang digunakan valid atau tidak. Akan tetapi hal tersebut dirasa belum cukup jelas terlebih bagi anda yang baru pertama kali menggunakan SPSS untuk menganalisis data penelitian. Untuk menginterpretasikan output di atas, tentu kita harus melihat kembali dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas terlebih dahulu, sebagaimana yang sudah saya jelaskan di awal.
*Pengambilan Keputusan Berdasarkan Nilai r hitung dengan Nilai r tabel
Contoh kita akan menganalisis apakah item soal nomor 1 valid atau tidak. Berdasarkan output "Correlations" diketahui nilai r hitung (nilai Pearson Correlation Item_1 dengan Skor_Total) adalah sebesar 0,886. Langkah selanjutnya adalah mencari nilai r tabel untuk N=20 pada signifikansi 5%, ditemukan nilai r tabel sebesar 0,444. Lihat gambar di bawah ini.
[Download Distribusi r tabel Signifikansi 5% dan 1%]
Selanjuntya, angka r tabel ini kemudian kita bandingkan dengan nilai r hitung yang telah diketahui dari nilai output SPSS sebelumnya. Karena nilai r hitung Item_1 sebesar 0,886 > r tabel 0,444, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas dapat disimpulkan bahwa Item_1 adalah valid.
*Pengambilan Keputusan Berdasarkan Nilai Sig. (2-tailed) dengan Probabilitas 0,05
Misal kita ingin melihat kembali apakah item soal nomor 1 valid atau tidak. Berdasarkan output "Correlations" di atas, diketahui nilai Sig. (2-tailed) untuk hubungan atau korelasi Item_1 dengan Skor_Total adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan Pearson Correlation bernilai positif yakni sebesar 0,886, maka dapat disimpulkan bahwa Item_1 adalah valid. Karena item soal nomor 1 dinyatakan valid maka item soal tersebut dapat dijadikan sebagai alat pengumpul data yang akurat dalam sebuah penelitian.
Catatan: untuk mengetahui kevalidan item soal nomor 2 dan seterusnya, caranya sama seperti pada waktu kita menganalisis item soal nomor 1.
Kemudian untuk analisis kevalidan item soal angket dalam panduan ini, anda dapat melihat pada tabel rangkuman uji validitas untuk data Partisipasi Siswa dalam Pemilihan Ketua OSIS di bawah ini.
Tambahan Info: Pertanyaan yang sering muncul yakni bagaimana kemudian jika terdapat beberapa item soal dalam angket yang tidak valid?
Jawabannya adalah: kalau angket tersebut valid tentunya tidak ada masalah, namun jika tidak lantas bagaimana solusinya? Nah, perlu diperhatikan bahwa jika setelah dilakukan validitas product moment pearson correlation terdapat item soal yang tidak valid, maka ada beberapa pilihan solusi yang dapat anda lakukan yakni: (1) Mengulang dan mengganti dengan soal yang lain, (2) Mengulang angket dan dibagikan kepada responden lagi tanpa harus diganti soalnya, (3) Tidak mengubah soal dan tidak membagikan ulang angket kepada responden, namun item angket yang tidak valid tersebut di drop-out (dengan catatan item yang valid masih dapat menggambarkan dan mengukur variabel yang diteliti) dan tidak ikut dihitung dalam pengujian berikutnya (uji reliabilitas). Kalau saya sih lebih pilih yang ketiga karena tidak rebet (hanya sekedar saran). Hehehe
Demikian artikel belajar SPSS dengan judul cara melakukan uji validitas product moment dengan SPSS, jika artikel ini bermanfaat silahkan tinggalkan jejak anda dengan cara berkomentar, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Terimakasih… Baca juga artikel selanjutnya mengenai Cara Melakukan Uji Reliabilitas Alpha Cronbach’s dengan SPSS
UPDATE DATA: JUM'AT, 19 FEBRUARI 2021
Dasar Pengambilan Keputusan Uji Validitas Product Moment
Setiap uji dalam statistik tentu mempunyai dasar dalam pengambilan keputusan sebagai bahan acuan atau pedoman untuk membuat kesimpulan. Begitu pula uji validitas product moment pearson correlation ini. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji ini, bisa dilakukan melalui beberapa cara yaitu:
*Membandingkan Nilai r hitung dengan Nilai r tabel
- Jika nilai r hitung > r tabel, maka item soal angket tersebut dinyatakan valid.
- Jika nilai r hitung < r tabel, maka item soal angket tersebut dinyatakan tidak valid.
*Membandingkan Nilai Sig. (2-tailed) dengan Probabilitas 0,05
- Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 dan Pearson Correlation bernilai positif, maka item soal angket tersebut valid.
- Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 dan Pearson Correlation bernilai negatif, maka item soal angket tersebut tidak valid.
- Jika nilai Sig. (2-tailed) > 0,05, maka item soal angket tersebut tidak valid.
Menuju kebagian praktek, yakni cara melakukan uji validitas product moment dengan SPSS. Data yang akan saya uji validitas adalah data Partisipasi Siswa dalam Pemilihan Ketua OSIS dengan total responden berjumlah 20 siswa atau N = 20 dan item soal sebanyak 7 buah. Uji validitas ini akan dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 21. Adapun tabulasi data jawaban responden dapat lihat pada tabel di bawah ini.
[Download Data excel Input-Output SPSS]
Catatan: pertanyaan tersebut adalah jenis pertanyaan positif (favorable) dengan skala likert dimana setiap pertanyaan memiliki lima pilihan jawaban dengan penskorannya, sebagai berikut:
- Sangat Tidak Setuju (skor 1)
- Kurang Setuju (skor 2)
- Cukup Setuju (skor 3)
- Setuju (skor 4)
- Sangat Setuju (skor 5)
Langkah-langkah Uji Validitas Product Moment dengan SPSS
1. Persiapkan tabulasi data angket yang ingin di uji dalam file doc, excel, dll (seperti contoh di atas ada di excel). Buka program SPSS, jika anda belum punya silahkan download SPSS full version. Kemudian klik Variable View, di bagian pojok kiri bawah program. Pada bagian Name tuliskan Item_1 ke bawah sampai Item_7 (sampai 7 karena item soal dalam contoh ini berjumlah 7 buah) terakhir tulis Skor_total. Pada Decimals ubah semua menjadi angka 0, untuk bagian Measure pilih Scale, abaikan saja untuk pilihan yang lainnnya.
3. Selanjutnya, pilih menu Analyze, kemudian pilih sub menu Correlate, lalu pilih Bivariate
4. Kemudian muncul kotak baru, dari kotak dialog "Bivariate Correlations", masukkan semua variabel ke kotak Variables:. Pada bagian "Correlation Coefficients" centang (v) Pearson, pada bagian "Test of Significance" pilih Two-tailed. Centang Flag significant Corerrelations lalu klik Ok untuk mengakhiri perintah.
5. Selanjutnya akan muncul Output hasilnya. Tinggal kita interpretasikan hasil tersebut, agar menjadi lebih jelas dan mudah dipahami.
Interpretasi Output Uji Validitas Product Moment SPSS
Dari output SPSS di atas, sebenarnya kita sudah dapat mengetahui apakah item-item angket yang digunakan valid atau tidak. Akan tetapi hal tersebut dirasa belum cukup jelas terlebih bagi anda yang baru pertama kali menggunakan SPSS untuk menganalisis data penelitian. Untuk menginterpretasikan output di atas, tentu kita harus melihat kembali dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas terlebih dahulu, sebagaimana yang sudah saya jelaskan di awal.
*Pengambilan Keputusan Berdasarkan Nilai r hitung dengan Nilai r tabel
Contoh kita akan menganalisis apakah item soal nomor 1 valid atau tidak. Berdasarkan output "Correlations" diketahui nilai r hitung (nilai Pearson Correlation Item_1 dengan Skor_Total) adalah sebesar 0,886. Langkah selanjutnya adalah mencari nilai r tabel untuk N=20 pada signifikansi 5%, ditemukan nilai r tabel sebesar 0,444. Lihat gambar di bawah ini.
[Download Distribusi r tabel Signifikansi 5% dan 1%]
Selanjuntya, angka r tabel ini kemudian kita bandingkan dengan nilai r hitung yang telah diketahui dari nilai output SPSS sebelumnya. Karena nilai r hitung Item_1 sebesar 0,886 > r tabel 0,444, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas dapat disimpulkan bahwa Item_1 adalah valid.
*Pengambilan Keputusan Berdasarkan Nilai Sig. (2-tailed) dengan Probabilitas 0,05
Misal kita ingin melihat kembali apakah item soal nomor 1 valid atau tidak. Berdasarkan output "Correlations" di atas, diketahui nilai Sig. (2-tailed) untuk hubungan atau korelasi Item_1 dengan Skor_Total adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan Pearson Correlation bernilai positif yakni sebesar 0,886, maka dapat disimpulkan bahwa Item_1 adalah valid. Karena item soal nomor 1 dinyatakan valid maka item soal tersebut dapat dijadikan sebagai alat pengumpul data yang akurat dalam sebuah penelitian.
Catatan: untuk mengetahui kevalidan item soal nomor 2 dan seterusnya, caranya sama seperti pada waktu kita menganalisis item soal nomor 1.
Kemudian untuk analisis kevalidan item soal angket dalam panduan ini, anda dapat melihat pada tabel rangkuman uji validitas untuk data Partisipasi Siswa dalam Pemilihan Ketua OSIS di bawah ini.
Tambahan Info: Pertanyaan yang sering muncul yakni bagaimana kemudian jika terdapat beberapa item soal dalam angket yang tidak valid?
Jawabannya adalah: kalau angket tersebut valid tentunya tidak ada masalah, namun jika tidak lantas bagaimana solusinya? Nah, perlu diperhatikan bahwa jika setelah dilakukan validitas product moment pearson correlation terdapat item soal yang tidak valid, maka ada beberapa pilihan solusi yang dapat anda lakukan yakni: (1) Mengulang dan mengganti dengan soal yang lain, (2) Mengulang angket dan dibagikan kepada responden lagi tanpa harus diganti soalnya, (3) Tidak mengubah soal dan tidak membagikan ulang angket kepada responden, namun item angket yang tidak valid tersebut di drop-out (dengan catatan item yang valid masih dapat menggambarkan dan mengukur variabel yang diteliti) dan tidak ikut dihitung dalam pengujian berikutnya (uji reliabilitas). Kalau saya sih lebih pilih yang ketiga karena tidak rebet (hanya sekedar saran). Hehehe
Demikian artikel belajar SPSS dengan judul cara melakukan uji validitas product moment dengan SPSS, jika artikel ini bermanfaat silahkan tinggalkan jejak anda dengan cara berkomentar, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Terimakasih… Baca juga artikel selanjutnya mengenai Cara Melakukan Uji Reliabilitas Alpha Cronbach’s dengan SPSS
Tonton: VIDEO Uji Validitas Pearson Product Moment untuk Kuesioner dengan SPSS[Search: Cara melakukan Uji Validitas Product Moment dengan SPSS, Langkah-langkah melakukan Uji Validitas Product Moment Pearson Correlation, Bagaimana cara melakukan uji validitas angket dengan Program SPSS, Cara melakukan uji validitas disertai Gambar] [Img: Dokumen hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 21]
UPDATE DATA: JUM'AT, 19 FEBRUARI 2021
tidak reliabel mbak
BalasHapusImam ghozali.. salahkan mbak buka buku statisitk biasanya di bagian akhir buku ada distribusi nilai r tabel
BalasHapusjika nilai minus maka dianggap tidak valid mbak.. walaupun terdapat tanda bintang
BalasHapusijin download gan, terima kasih
BalasHapusBang mau tanya, apakah 7 soal itu termasuk var inde sama depe?
BalasHapus7 soal hanya independen saja pak.. jadi dipisah pervariabel untuk uji validitas
HapusAssalamualaikum pak. Saya mau tanya, kalau pertanyaan hanya satu item saja kan pakai validitas dan reliabilitas ahli. Maksudnha itu bagaimana ya? Dan apakah terdapat dasar atau buku yang mendukung pernyataan tersebut? Terimakasih
BalasHapussaya sudah mencoba mengikuti langkah-langkahnya dan hasilnya sesuai contoh. tapi pada saat ingin mengiterpretasikan saya bingung. item soal 35 lalu responden 20 orang. nah yang terlihat hasil akhirnya adalah dua puluh baris ke bawah. pemahaman saya seharusnya ada tiga puluh lima item. tapi melihat contoh yang dilingkari adalah bagian tabel paling pinggir. bukan deretan atas.
BalasHapusAngka-angka 1, 2, 3, 4, 5 dalam tabel itu keterangannya seperti apa ya?
BalasHapusitu menggunakan skala likert mbak, yang artinya:
Hapus1=Sangat tidak setuju
2=tidak setuju
3= netral
4=setuju
5=sangat setuju
jelsain cara mencari r tabel
BalasHapussaya melakukan penelitian kuantitatif
cara mencari r tabel adalah dengan melihat N atau sample penelitian.. misal sampel penelitian yang bapak pakai sebanyak 20 responden, maka kita hanya perlu melihat pada distribusi nilai r tabel yang sudah ada.. sehingga ketemu r tabel sebesar 0,444
HapusSangat membantu. Terima kasih... Semoga berkah amien
BalasHapusAamiin..terimakasih pak.semoga bermanfaat
HapusMaaf mas itu nilai N nya gak di kurangi 2 po,,,?
BalasHapusada teori yang menyetakan n-2 ada yang n langsung..pilih salah satu saja
Hapusterimakasih pak artikelnya.. sangat membantu saya dalam penyusunan skripsi ini.
BalasHapusAlhamdulillah..terimaksih semoga sukses pak
Hapusterima kasih,,,,
BalasHapusTerimakasih banyak. Sangat membantu 😀
BalasHapusuntuk pegangan lembar observasi pada guru terhadap siswa cara menghitungnya gmana?, kalau yang mbak jelaskan di atas mengenai angket motivasi, yang saya tanyakan pegangan lembar observasi guru terhadap siswa,
BalasHapusTerimakasih banyak ini sangat membantu
BalasHapusSama sama..semoga SMP negeri Pabuaran semakin sukses
HapusPak mau nanya, apa bedanya uji validitas dengan spearman ini dengan corrected item inter correlation? apakah masing-masing memiliki ketentuan digunakan utk tipe data tertentu? atau keduanya sama2 bs digunakan utk berbagai kasus? karena saya melakukan uji validitas dgn yg bapak contohkan dan membandingan dengan corrected inter item correlation, hasil kuesioner yg tidak valid berbeda.. tolong pencerahannya ^^
BalasHapusMaaf saya ingin bertanya.., memang ada ya pak cara uji validitas selain membandingkan r hitung dan r tabel..? Karena dosrn saya mengatakan ada nilai pembanding langsung selain menggunakan r tabel sperti itu.. Mohon penjelasannya jika memang tidak ada bisa saya gunakan sebagai argumen untuk membantah ketika sidang. Terima kasih
BalasHapusbisa dan ada kok pak..caranya dengan membandingkan nilai signifikansi hasil korelasi item soal dengan skor totalnya.. jika nilai signifikansi korelasi yang diperoleh lebih kecil dari probabilitas 0,05 maka item pertanyaan angket tersebut dinyatakan valid
HapusOhh seperti itu.. Saya baca dibuku sugiyono ada nilai r kritis pak penetapannnya adalah 0,30 sedangkan dibuku azwar nilai r kritisnya paling rendah adalah 0,25 dan azwar sendiri menyatakan bahwa nilai r kritis dibawah 0,20 itu dinyatakan tidak handal.. Nah itu yg benar dan lazim yg mana ya pak.. Kita bandingkan dengan r kritis atau dengan r tabel pak..? Terima kasih..
Hapusmemang soal r kritis atau r hitung dalam uji validitas itu banyak teori..sampai saat ini yang paling handal adalah r hitung lebih besar dari r tabel pak.. hasil ini akan sama dengan nilai signifikansi < 0,05 maka itu artinya item kuesioner valid
HapusBaik pak.. Terima kasih atas pencerahannya
HapusSama-sama..somoga tulisan ini dapat bermanfaat
HapusSaya sempat bingung cari R tabel dari mana, alhamdulillah nemu jawabannya di sini. Terima kasih banyak Pak sangat membantu :)
BalasHapusSama-sama mbak..semoga sukses dengan tugas-tugasnya
Hapusassalamualaikum pak saya mau bertanya. Hasil spss sya memgenai validitas ada 5item yg tidak valid karena hasilnaya dibawah 0.5. Dari 15 pertanyaan ada 5 item yg tdk valid nilainya 0.467... Tp kalau di uji validitas di bandingan dg r hitung lbh bsar dari r tabel itu katanya valid karena diatas nilai r tabelnya.... saya binggung harus pakai yg mn. Nilai n =225 punya saya. Mohon pencerahanyya pak..
BalasHapusWa'alaikumsalam..pertanyaannya sudah saya jawab via wa ya mbak..hehe
HapusMaaf pak, bagaimana kalau untuk variabel X banyak dimensinya misalnya ada 5 (misalnya: dimensi kepuasan = 5 butir pertanyaan, dimensi tanggung jawab = 10 butir pertanyaan, dst), itu bagaimana cara uji validitasnya? Apakah langsung dijumlahkan total untuk setiap item pertanyaannya tanpa memperhatikan dimensi atau jumlah totalnya per dimensi? Trims
BalasHapuslangsung menggunakan jumlah skor total untuk setiap item pak.. abaikan dimensi.. karena fokus penelitia adalah pada variabel bukan pada dimensi variabel..namun..jika fokus penelitian bapak adalah pada dimensi variabel maka lakukan uji validitas untuk item-item yang terdapat dalam dimensi variabel tersebut
Hapusterima kasih banyak, sangat membantu saya yang notaben orang awam
BalasHapusSama-sama pak..semoga artikel ini bermanfaat bagi bapak dalam mengerjakan tugas statistiknya.. sukses ya
Hapuspak saya mau tanya kalau jumlah responden lebih dari 100, apakah jumlah n yang digunakan tetap atau diperkecil pak ?
BalasHapusDalam kasus seperti ini saya sarankan konsultasi kepembimbing skripsi.. sebab secara teknis ada dua cara yang dipakai:
Hapus1. ada yang langsung uji validitas dan reliabilitas dengan sampel utuh dalam hal ini 100.
2. ada yang pakai try out 20 atau 30 sampel untuk uji validitas dan reliabilitas.. baru nanti pada uji selanjutnya pakai N 100
Selamat Siang Pak, saya mau bertanya. Untuk Uji Validitas Pearson Product Momment ini saya mempunyai 2 variabel yakni X (Independent) dan Y (Dependent) apakah untuk menguji validitas instrumen saya lakukan satu-satu, misal untuk variabel X dulu kemudian baru variabel Y atau bisa dilakukan sekaligus. Terima Kasih.
BalasHapusSebaiknya uji validitas dilakukan satu persatu untuk masing-masing variabel (dalam kasus anda berarti iji validitas dilakukan 3 kali)
HapusMaaf pak mau tanya untuk besarnya n ada ketentuannya ga ya untuk uji validitas? Saya pernah dengar katanya n harus 30? Terimakasih
BalasHapusyang sering dipakai untuk uji validitas dan reliabilitas data tryout adalah 20 atau 30 orang responden mbak..
Hapusassalamu'alaikum, maaf mau tanya untuk menguji validitas dan reliabilitas variabel pengetahuan yang hanya memiliki skor 0 dan 21 bagaimana ya ?? terimakasih
BalasHapusMaksudnya gimana pak?? kok skornya hanya 0 dan 21?
HapusMAKASIH sob,, artikelnya bermanfaat banget..
BalasHapusSama-sama sob..semoga sukses ya dengan tugas statistiknya
Hapuspak maaf saya mau bertanya, kalo untuk tabel corelations dalam menguji validitas total dari korelasi person ada yang minus, itu gmna ya pak?? misalnya rtabelnya 0.334 dan rhitungnya -0.768, apakah minus itu tetap di perhatikan apa cuma dilihat dari angkanya saja pak?? trimakasih
BalasHapusjika nilai koefisien korelasi atau r hitung bernilai negatif maka setahu saya dianggap tidak valid mbak
HapusAlhamdulillah , makasihbanyak mas , Jazakallah khoir , sangat membantu skripsi :D
BalasHapuspertama kesin direkomndasiin sama ten yang skarang lagi kuliah S2 di Nantes Prancis
Sama-sama pak..semoga sukses dan lancar dengan penelitian dan S2nya
HapusTerimakasih mas sebelumnya, sangat membantu :)
BalasHapusMas saya mau tanya, kalau misalkan penelitiannya seperti : pengaruh x terhadap y melalui z (variabel intervening). pakai uji apa ya mas?
terimakasih lagi.
pakai analisis jalur atau path analysis mbak untuk menyelesaikan judul itu
Hapussaya masih bingung dengan penggunaan r table. karena total data saya adalah 120 sedangkan di R tabelnya tidak ada 120, kira2 bagimana cara perhitungannya
BalasHapusPakai n yang paling dekat dengan 120 pak
Hapusbagaimana jika pada kolom dialog bivariate corelation itu yang muncul hanya skor totalnya ,,, lngkh apa yang harus dilakukan biar setiap itemnya bisa muncul tidak hanya skor totalnnya doang
BalasHapuskalau soal ini hanya masalah teknis aja mbak Dina.. cek lagi cara menginput datanya lewat panduan video
HapusTrims atas ilmunya. Saya mau bertanya, jika ada pertanyaan yg dianggap tidak valid maka dapat di drop dan tidak digunakan lagi pd uji selanjutnya. Maksud pernyataan ini apakah tidak digunakan lagi pada uji realibilitas atau pertanyaan tsb tidak digunakan lg pada pengambilan sampel yg sesungguhnya? Jd kuesioner untuk pengambilan sampel yg sesungguhnya dengan kuesioner untuk validasi kuesioner berbeda? Mohon penjelasannya. Trims
BalasHapusmaksud dari pernyataan itu adalah tidak digunakan dalam uji reliabilitas dan pengambilan data pada sample yang sesungguhnya.. pengambilan data hanya menggunakan item yang valid dan reliabel saja
HapusDasar Bukunya dari Mana yaaa? Ketika Angket kita tidak valid harus di dropout atau di ganti ulang? Mohon Bantuannya. Trmksh
BalasHapusCoba buka buku karangan Joko widiyanto atau bukunya jonathan sarwono
Hapuskak mau nanya, kalau N nya 163. gimana menentukan critical value nya?
BalasHapusMaaf pak mau tanya, bagaimana kalau pilihan jawaban itu cuma ada 4 SS 4 S 3 TS 2 STS 1 begitu pak
BalasHapusgpp kok, silahkan lanjut
HapusTingkat eror pake 10%, apakah signifikasi di uji validitas nilai alpha juga 10% atau tetap 5% yg berarti menggunakan 0.05..
BalasHapusJika mengikuti sig eror 10% nilai pada r tabel menggunakan brp ya?? 0.1 kah??
Mohon pencerahannya
Standar yang dipakai untuk tingkat kesalahan dalam uji validitas dalah 5% bukan 10%. walaupun saat pengambilan sampel anda menggunakan kesalahan 10%
Hapusmohon informasi referensi buku untuk validitas dan realiblitas kak kalo boleh tahu ?
BalasHapusBanyak buku mbak. salah satunya bukunya Joko Widiyanto, dengan judul SPSS for windows
HapusBagaimana cara mencari nilai r tabel N = 103 pak? Gak ada saya nemu di tabel distribusinya Bapak.
BalasHapusuntuk r tabel pada signifikansi 5% untuk n 103 adalah sebesar 0,1918
HapusAda yang punya link spss 21?
BalasHapuspermisi pak, saya mau bertanya apakah ada maksimal input data di spss? saya mau uji validitas 57 item, tapi di variable view hanya muncul sampai 41 item. saya pakai spss versi 16. terima kasih sebelumnya.
BalasHapusUntuk mengatasi masalah tersebut coba anda buka panduan berikut: Cara Menambahkan Menyisipkan Baris dan Kolom Baru di SPSS
HapusDmna artikelnya pak ...
BalasHapusMin ada gak tutorial validasi dengan CFA di SPSS
BalasHapusKalau secara khusus CFA (confirmatory factor analysis) untuk uji validitas saya belum membuat panduannya. Namun secara umum caranya seperti Melakukan Analisis Faktor
Hapusassalamualaikum , mau bertanya bagaimana kalau hanya ada satu item pak?
BalasHapusWa'alaikumsalam. kalau hanya satu item soal maka pakai expert judgment untuk uji instrumen
Hapusmaaf pak mau tanya, kenapa ya kok skor totalnya gak muncul malah nol?
BalasHapusnilai skor total itu juga di input dulu di SPSS pak. coba buka panduan videonya supaya lebih jelas
HapusSelamat malam kak, saya mau tanya kalau kuisionernya ada 5 dimensi, dan tiap dimensi ada beberapa pertanyaan. responden dimintai pendapat puas atau tidak puas dan memberikan 1 jawaban yang mewakili satu dimensi untuk 1 pertanyaan. Pertanyaan saya adalah bagaimna untuk memasukkan datanya di exel?
BalasHapusUntuk proses memasukkan data ke SPSS sebaiknya anda lihat dulu panduan berikut: Cara Memasukkan Data Kuesioner Skala Likert di SPSS Lengkap
HapusTerima kasih, sangat membantu
BalasHapusSama-sama. semoga sukses dan lancar untuk penelitian anda
HapusAssalamu'alaikum Pak, saya mau tanya, kalau beberapa hasil item uji validitas ada yang nilainya negatif namun angkanya lebih besar dari r tabel apakah dikatakan valid juga pak?
BalasHapusWa'alaikumsalam. setahu saya tidak valid mbak. validitas hanya untuk hubungan positif
Hapuspak maaf mau tanya, saya sudah mengikuti instruksi sesuai yang bapak tulis di blog ini. tapi skor total saya tidak muncul angka kenapa ya?
BalasHapusNilai skor total itu juga di masukkan ke SPSS
HapusPak saya mau tanya, kalo respondennya hanya 8 orang apakah masih bisa melakukan penelitian?
BalasHapusPak saya mau tanya, jika respondennya hanya 8 orang apa masih bisa melakukan uji penelitian menggunakan spss ? Terima kasih
BalasHapusmas mau bertanya, dalam penentuan sampel saya menggunakan rumus slovin, dimana tingkat kesalahan yang saya gunakan adalah 10%,. pertanyaan saya apakah tidak maslah kalau dlam pengujian statistik saya menggunakan signifikansi 5%, atau apakah saya hrus mengikuti angka 10% yang saya gunakan dalam menentukan sampel. terimakasih.
BalasHapusnice gan!
BalasHapusMaksutnya menggunakan uji validitas dan reliabilitas ahli itu gimana ya mas? soalnya 3 dari 5 variabel saya hanya ada 1 item pertanyaan saja. Mohon pencerahannya.
BalasHapusMas tanya klau menggunakan 6 respondent itu boleh kah
BalasHapusPak, saya r hitungnya 0.957 sedangkan rtabelnya itu 0.878. Apakah itu valid atau tdk?
BalasHapusPak maaf mau tanya hasilnya 866 kok bisa jadi 0,866 alasannya apa ya pak. Trims pak
BalasHapusitu bisa juga untuk intrumen tes objektif atau tidak,jika ia apakah memiliki langkah langkah yang berbeda?
BalasHapuskenapa decimalnya harus angka 0 bang ?
BalasHapusbuatkanlah mas langkah-langkah analisis SEM. trimakasih
BalasHapusCOntoh ANALISIS SEM lah mas
BalasHapusPak mau tanya,, kalau datanya bukan kuisioner, semisal hasil belajar/nilai rapot, perlukah divaliditas dan realibitas
BalasHapusPak mau tanya,, kalau datanya bukan kuisioner, semisal hasil belajar/nilai rapot, perlukah divaliditas dan realibitas
BalasHapusartikelnya sangat membantu, saya cuma mengucapkan terimakasi banyak kepada penulis :)
BalasHapusMohon maaf sebelumnya saya ingin mengoreksi, kenapa disini menggunakan langsung nilai n=20 dalam mencari rtabel ditaraf signifikans seharusnya diurutan ke 18 bukan di urutan ke 20
BalasHapusmenurut yang telah saya pelajari dalam mencari r tabel rumusnya yaitu n-2, disini kn diketahui n = 20, jdi 20-2=18
Sehingga kita mencari urutan ke 18 ditaraf signifikansinya, jdi seharusnya nilai r tabel yg dipakai pada penjelasan ini yaitu 0.468
Terimakasih
Maaf belum terlalu paham.
BalasHapusBgmna jika angket hanya utk 1 - 3 responden.
Misalnya angket respon guru.
Apakah perlu di uji validitas nya jg? Bgmna cara uji validitas nya. Apakah sma dgn responden 20?
Halo, apakah uji validitas Pearson Product Moment ini hanya untuk data yang akan diolah dengan Pearson? Bagaimana jika saya menggunakan Spearman's Rank (salah satu variabel ordinal), apakah juga dites validitasnya dengan metode ini? Terimakasih.
BalasHapusmasih awam sekali untuk belajar tentang ini, kalo dekat bisa minta ajari, belajar otodidak akhirnya untuk laporan akhir kuliah
BalasHapusIzin bertanya pak Sahid. Bagaimana cara mencari validitas dn reliabilitas instrumen dari 1 item/ pengukuran ?
BalasHapusMisalnya mengukur jarak ..
Saya mau tanya pak apakah jika salah r hitung saya valid tapi nilai 2 tailed nya tidak valid apakah harus keduanya valid sehingga kuisioner kita bisa di katakan valid atau cukup salah satunya?
BalasHapusSelamat malam mas ,apakah dummy variabel ttp melakukan uji validitas dan reliabilitas ?
BalasHapusVar dummy saya adalah ltr blakang pendidikan 1= s1 dan d3 0= untuk sma sederajat . Terimakasih
sangat membantu terimakasih
BalasHapusbagaimana cara menentukan validitas untuk kasus intrumen non angket, seperti tes pilihan ganda. apa diambil dari jumlah totalnya? mohon pencerahan, karena selama ini validitas digunakan untuk yang pakai skala seperti likert scale?
BalasHapuskalau analisis angket yang bernilai positif dan negatif sekaligus gimana caranya pak ? mohon infonya terimakasih
BalasHapusTerima kasih sangat bermanfaat
BalasHapushalo mas, terimakasih ya penjelasannya sangat membantu, tpi saya agak bingung, karena saya menggunakan referensi sugiyono dimana r kritisnya 0.3, saya bisa melihat angka r tabelnya dimana utk jumlah responden 37 dan 65 pertanyaan ya mas ? terimakasih
BalasHapusPak, untuk memasukkan nilai pada skor_total apakah harus manual atau ada cara yang lain?
BalasHapusMakasih banyak ilmunya. Sangat bermanfaat. Terus pengembangan nya pak, melalui pengujian dengan gambar yg lebih detail. Karna yg baru belajar kadang sulit memahami jika blm detail, tapi ini menurut saya sudah sangat luar biasa, salam hormat pak
BalasHapuspasswordny apa??
BalasHapusPak mohon maaf kalau responden N 30 berapa? Ya
BalasHapusKontaknya mana p
BalasHapusNomer yang dihubungi mana pak untuk tanya lebih lanjut soal uji vald realibilutas
BalasHapusTerima kasih, artikelnya sangat jelas dan membantu pengerjaan skripsi saya.
BalasHapuspak mau tanya, untuk yang pengambilan keputusan berdasarkan nilai sig, itu harus lebih kecil dari probabilitasnya kan?
BalasHapuswalaupun nilai sig (2tailed) nya >0,05 tetap valid ya?
BalasHapusapakah nnt ada perbedaan hasil penelitian pada tingkat validitas antara r-tabel (n=20) dan r-tabel (n=20-2) dan apakah akan mempengaruhi pada uji hipotesis, karena r-tabelnya juga nnt berbeda. terimakasih
BalasHapusDasar pengambilan keputusan untuk validitasnya, apakah ada literaturnya ya pak?
BalasHapusSaya sudah melihat yt dan blog ini, sangat membantu sekali penjelasannya..
BalasHapusNamun yang saya bingungkan adalah uji validas bisa pakai corrected item dan bisa pakai product moment.
Yang saya tanyakan adalah, kaoan kita harus menggunakan corrected item dan kapan kita harus menggunakan profuct moment?
Besar harapan saya bapak sahid membalas komentar saya ini 😣😣😣
Pa saya izin bertanya, dasar penganbilan keputusan valid rhitung>rtabel ini menurut siapa ya pa..?
BalasHapusterimakasih sebelumnya
pak saya ingin bertanya, bagaimana jika kuesioner berupa kuesioner ranking seperti (nilai 1=sangat sulit dan nilai 7=sangat mudah). uji validitas nya menggunakan uji apa ya pak? Terimakasih sebelumnya pak
BalasHapusmaaf mas kalo boleh tau itu teorinya siapa ya yang menggunakan bivariat? takutnya nanti kalo ditanya dosen hhe
BalasHapuskalo boleh tau yang menggunakan n saja itu teorinya siapa ya mas?
BalasHapusTerima Kasih, berkat website ini saya mampu mengerjakan BAB 4 Skripsi saya. Semoga ilmu yang diberikan berbekas dalam hidup saya dan yang memberikan ilmu ini diberikan kesuksesan dunia dan akhirat.
BalasHapusizin bertanya pak, saya mendapatkan hasil untuk suatu variable katakan UF1 dia nilai pearson product momentnya atau R hitungnya diatas R tabel saya jadikan acuan. Akan tetapi, Sig 2 tailed nya melebihi 0,05. artinya itu kan valid apabila R htung dibandingkan dengan R tabel namun tidak valid ketika membandingkan sig 2 tailed dengan 0,05. pertanyaan saya apakah untuk UF1 ini lebih baik saya tidak masukkan ke dalam uji reliabilitas atau gimana. kalau dimasukkan nanti di tabel normalitas data saya harus putuskan valid atau bagaimana untuk variabel UF1 ini
BalasHapussangat membantu...terima kasih banyak
BalasHapusPak izin bertanya jika hasil sign tailed 2 nya 001 bukan 000 itu artinya apa dan kenapa bukan hasilnya 000 yaa pak terimakasih mohon bantuannya
BalasHapus