Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS

Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS | Analisis korelasi  merupakan studi pembahasan tentang derajad keeratan hubungan antar variabel yang dinyatakan dengan nilai koefisien korelasi. Hubungan antara variabel tersebut dapat bersifat bersifat positif dan negatif. Dalam analisis korelasi sebenarnya tidak ada istilah variabel independent (X) dan variabel dependent (Y). Karena pada dasarnya hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent, akan bermakna sama dengan hubungan variabel dependent dengan variabel independent. Namun demikian dalam prakteknya banyak kita jumpai peneliti memberikan nama untuk hubungan variabel independent dengan variabel dependent. Hal ini bukan sebuah masalah, sebab penamaan tersebut tujuan sebenarnya hanya sebagai alat bantu saja supaya pembaca lebih mudah memahami arah hubungan yang ingin disampaikan oleh peneliti dalam penelitiannya.

Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS

Derajad hubungan biasanya dinyatakan dengan huruf "r" atau disebut juga dengan koefisien korelasi sampel yang merupakan penduga bagi koefisien populasi. Sedangkan r2 atau r square disebut dengan koefisien determinasi (koefisien penentu). Kekuatan korelasi linear antara variabel yang dihubungkan dapat disajikan dengan rxy yang didefinisikan dengan rumus:

Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS

Formula tersebut disebut merupakan formula koefisien korelasi momen produk (product moment karl pearson). Dalam penelitian analisis korelasi bivariate pearson digunakan untuk menguji hubungan antara dua varaibel yang menggunakan data berkala rasio atau interval. Sementara untuk data ordinal pakai Uji Korelasi Rank Spearman

Peryaratan dalam Analisis Korelasi Bivariate Pearson

Ada beberapa persyaratan atau asumsi dasar yang harus terpenuhi ketika kita hendak memakai analisis korelasi bivariate pearson untuk menguji hipotesis penelitian kita.
  1. Data penelitian untuk masing-masing variabel setidak-tidaknya berskala rasio atau interval (yaitu data yang berbentuk angka sesungguhnya atau data metrik (data kuantitatif). Namun demikian analisis ini bisa juga dipakai untuk data kuesioner dengan skala likert.
  2. Data untuk masing-masing variabel yang dihubungkan berdistribusi normal.
  3. Terdapat hubungan yang linear antar variabel penelitian. Baca: Cara Melakukan Uji Linearitas dengan Program SPSS

Arti Angka Korelasi (Pearson Correlations)

Koefisien korelasi atau Pearson Correlations memiliki nilai paling kecil -1 dan paling besar 1.
  1. Berkenaan dengan besaran angka ini, jika 0 maka artinya tidak ada korelasi sama sekali sementara jika korelasi 1 berarti ada korelasi sempurna. Hal ini menunjukkan bahwa semakin nilai pearson correlations mendekati 1 atau -1 maka hubungan antara dua variabel adalah semakin kuat. Sebaliknya, jika nilai r atau pearson correlations mendekati 0 berarti hubungan dua variabel menjadi semakin lemah. Sebenarnya tidak ada ketentuan yang benar-benar tepat mengenai apakah angka korelasi tertentu menunjukkan tingkat korelasi yang tinggi atau lemah. Namun, hal berikut ini dapat kita dijadikan pedoman sederhana bahwa jika angka korelasi di atas 0,5 maka menunjukkan korelasi yang cukup kuat sedangkan jika di bawah 0,5 maka menunjukkan korelasi yang lemah.
  2. Selain besarnya korelasi, tanda korelasi juga berpengaruh pada penafsiran hasil dalam analisis ini. Dimana, tanda negatif (-) pada tabel output SPSS menunjukkan adanya arah yang berlawanan, sedangkan tanda positif (+) menunjukkan arah yang sama atau korelasi searah.

Mungkin anda masih sedikit bingung dengan penjelasan yang saya sampaikan di atas, karena bahasanya yang agak terlalu formal (tapi tidak apa-apa, nanti akan saya perjelas kembali dalam praktek analisis korelasi bivariate pearson dengan program SPSS menggunakan bahasa yang lebih sederhana). Baik kalau begitu disini saya akan menyampaikan dasar pengambilan keputusan dalam analisis korelasi. Simak dasar pengambilan keputusan di bawah ini dengan seksama agar nanti anda tidak salah faham.

Dasar Keputusan dalam Analisis Korelasi Bivariate Pearson

Ada tiga cara yang dapat kita gunakan sebagai pedoman atau dasar pengambilan keputusan dalam analisis korelasi bivariate pearson ini yaitu pertama dengan melihat nilai signifikansi Sig. (2-tailed). Kedua membandingkan nilai r hitung (Pearson Correlations) dengan nilai r tabel product moment. Ketiga adalah dengan melihat tanda bintang (*) yang terdapat pada output program SPSS.
  1. Berdasarkan Nilai Signifikansi Sig. (2-tailed): Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 maka terdapat korelasi antar variabel yang dihubungkan. Sebaliknya jika nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak terdapat korelasi.
  2. Berdasarkan Nilai r hitung (Pearson Correlations): Jika nilai r hitung > r tabel maka ada korelasi antar variabel. Sebaliknya jika nilai r hitung < r tabel maka artinya tidak ada korelasi antar variabel.
  3. Berdasarkan Tanda Bintang (*) yang diberikan SPSS: Jika terdapat tanda bintang (*) atau (**) pada nilai pearson correlation maka antara variabel yang di analisis terjadi korelasi. Sebaliknya jika tidak terdapat tanda bintang pada nilai pearson correlation maka antara variabel yang di analisis tidak terjadi korelasi.

Catatan: Tanda bintang satu (*) menujukkan korelasi pada signifikansi 1% atau 0,01. Sedangkan tanda bintang dua (**) menunjukkan korelasi pada signifikansi 5% atau 0,05.

Untuk lebih jelas, kita langsung praktekkan saja cara melakukan analisis korelasi bivariate pearson dengan program SPSS. Misalkan saya ingin menguji apakah ada hubungan yang signifikan antara Motivasi dan Minat dengan Prestasi belajar siswa. Adapun detail data penelitiannya dapat anda lihat di bawah ini.

Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS

[Download Data excel, Input-Output SPSS]

Langkah-langkah Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS

1. Buka program SPSS, klik Variable View. Selanjutnya, pada bagian Name tulis saja X1, X2 dan Y, pada Decimals ubah semua menjadi angka 0, pada bagian Label tuliskan Motivasi, Minat dan Prestasi. Pada bagian Measure ganti menjadi Scale

Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS

2. Setelah itu, klik Data View, dan masukkan data Motivasi (X1), Minat (X2) dan Prestasi (Y) yang sudah dipersiapkan tadi ke program SPSS.

Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS

3. Selanjutnya, dari menu utama SPSS, pilih menu Analyze, lalu klik Correlate, dan klik Bivariate...

Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS

4. Muncul kotak dialog dengan nama "Bivariate Correlations". Masukkan variabel Motivasi (X1), Minat (X2) dan Prestasi (Y) pada kotak Variables:. Selanjutnya, pada kolom "Correlation Coefficient" pilih Pearson, lalu untuk kolom "Test of Significant" pilih Two-tailed, dan centang pada Flag Significant Correlations, terakhir klik Ok untuk mengakhiri perintah.

Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS

Setelah selasai, maka akan muncul tampilan output SPSS "Correlations" tinggal kita interpretasikan saja.

Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS

Interpretasi Analisis Korelasi Bivariate Pearson

Berdasarkan tabel output di atas, kita akan melakukan pernarikan kesimpulan dengan merujuk pada ke-3 dasar pengambilan keputusan dalam analisis korelasi bivariate pearson di atas.

1. Berdasarkan Nilai Signifikansi Sig. (2-tailed): Dari tabel output di atas diketahui nilai Sig. (2-tailed) antara Motivasi (X1) dengan Prestasi (Y) adalah sebesar 0,002 < 0,05, yang berarti terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Motivasi dengan variabel Prestasi. Selanjutnya, hubungan antara Minat (X2) dengan Prestasi (Y) memiliki nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Minat dengan variabel Prestasi.

2. Berdasarkan Nilai r hitung (Pearson Correlations): Diketahui nilai r hitung untuk hubungan Motivasi (X1) dengan Prestasi (Y) adalah sebesar adalah sebesar 0,796 > r tabel 0,576, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan atau korelasi antara variabel Motivasi dengan variabel Prestasi. Selanjutnya, diketahui nilai r hitung untuk hubungan Minat (X2) dengan Prestasi (Y) adalah sebesar adalah sebesar 0,908 > r tabel 0,576, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan atau korelasi antara variabel Minat dengan variabel Prestasi. Karena r hitung atau Pearson Correlations dalam analisis ini bernilai positif maka itu artinya hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat positif atau dengan kata lain semakin meningkatnya Motivasi dan Minat maka akan meningkat pula Prestasi belajar siswa.

Catatan: Rumus menghitung nilai r tabel product moment adalah dengan melihat nilai N pada distribusi nilai r tabel product moment statistik. Karena N atau jumlah sampel yang digunakan dalam analisis ini ada 12 orang siswa dengan signifikansi 5% maka ketemu nilai r tabel adalah sebesar 0,576. lihat gambar di bawah ini.


[Download Distribusi Nilai r tabel Sig. 1% dan 5%]

3. Berdasarkan Tanda Bintang (*) SPSS: Dari output di atas diketahui bahwa nilai Pearson Correlation antara masing-masing variabel yang dihubungkan mempunyai dua tanda bintang (**), ini berarti terdapat korelasi antara variabel yang dihubungkan dengan taraf signifikansi 1%.

Demikian pembahasan mengenai cara melakukan analisis korelasi bivariate pearson dengan SPSS. Jika artikel ini bermanfaat silahkan anda dibagikan ke media sosial anda supaya ilmu ini dapat berguna bagi banyak orang yang belum mengetahuinya. Terimakasih.

Artikel Selanjutnya: Cara Melakukan Analisis Regresi Multiples dengan SPSS

[Kata Kunci Pencarian: Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS, Cara Melakukan Analisis Korelasi dengan SPSS, Uji Korelasi Rumus Pearson Correlation dengan Program SPSS versi 21 Lengkap dengan Gambar dan Interpretasi][Img: Dokumen Program SPSS versi 21]

UPDATE DATA: JUM'AT, 19 FEBRUARI 2021
Lihat Juga: VIDEO Analisis Korelasi Pearson dengan SPSS Lengkap

294 Responses to "Cara Melakukan Analisis Korelasi Bivariate Pearson dengan SPSS"

  1. maaf min minta link spss nya bisa ya?
    mau download gak tau nih

    BalasHapus
  2. Bapak izin bertanya, untuk uji korelasi ganda perlu uji normalitas tidak? Jika salah satu dari variabel tdk normal maka perlu uji apa pak? Trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai uji normalitas Kolmogorov Smirnov dengan data RES_1 pak dan lihat hasilnya normal atau tidak

      Hapus
  3. Pak, izin brtnya. Syarat untuk menggunakan uji korelasi berganda itu apa aja ya Pak? Trims

    BalasHapus
  4. pak mau tanya untuk korelasi menggunakan eta, interpretasinya bagaimana? apakah bisa menunjukkan kekuatan korelasi terhadap salah satu kelompok?

    BalasHapus
  5. assalamualaikum.. saya ingin bertanya pak saya sedang skripsi hasil olah data saya
    pearson correlation : -,748
    sign :0,000
    dilihat dari penjelasannya bapak di video yang mana bahwa min (-) sebagai petunjuk arah dari hubungan. yang saya bingung pak apakah min itu hanya sebagai petunjuk arah atau bisa berpengaruh ke penarikan kesimpulan. berhungan atau tidaknya variabel x dan y.
    mohon solusinya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam...nilai sig 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka ada hubungan.. sementara nilai pearson correlation sebesar -0,748 karena ada tanda minus (-) maka termasuk korelasi negatif..sehingga kesimpulan akhirnya "ada pengaruh negatif"

      Hapus
  6. mohon maaf izin bertanya,,,untuk oengujian korelasi diatas, apakah ada sumber buku nya pak?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba anda buka buknya wiratna sujarweni atau bukunya riduwan

      Hapus
  7. mau tanya pak, apakah kita bisa menguji ANOVA dengan variable X dan Y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. konteksnya kurang tepat pak..karena uji anova itu untuk uji perbedaan

      Hapus
  8. Pam pada uj8 hipotesis say mengunakan korelasi product moment,nh mulai sit nya 2 Dallas dengan 000. True Pearson nya 538. Ugh artinya apa pam

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum pak sahid, mau tanya kalau mau uji hubungan dengan banyak sampel 25 menggunakan skala rasio. Cara menguji hubungannya bagaimana ya pak?
    Terima kasih atas jawabannya pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..karena skala rasio maka bisa menggunakan uji korelasi pearson sebagaimana pada artikel ini mbak

      Hapus
  10. Maaf pak Mau tanya selain rumus 0.3 untuk mencari data yang valid itu apa aja ya pak ??

    BalasHapus
  11. gun mau tanya, untuk uji korelasi pearson ini hasil data saya nilai sig ,005 apakah lanjut menguji dengan t hitung ya ? untuk mengetahui uji hipotesis mohon bantuan penjelasan terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  12. aslmkm. pak mau nanya... skripsi saya terkait mencari korelasi.. hasilnya negatif korelasi.. yang mau saya tanyakan adakah tabel menginterpretasikan nilai nilai r (kekuatan korelasi)tapi yang negatif.. slama ini saya mencari dapatnya yang positif korelasi. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. dalam hal korelasi negatif cara membandingkan r hitung dan r tabel melalui kurva pak.. lihat contohnya di artikel ini Makna Pengaruh negatif

      Hapus
  13. Sangat bermanfaat, ini artikel yang sangat saya cari"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak. semoga sukses dan lancar untuk penelitiannya

      Hapus
  14. Assalamu'alaikum pak, saya ingin bertanya, apakah dalam analisis penelitian korelasi sebelum di korelasikan harus uji homogenitas juga? Mohon pencerahannya pak, tetimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. Tidak perlu di uji homogenitas, sebab hanya menggunakan satu sampel. artinya sampel yang sama untuk semua variabel yang diteliti

      Hapus
  15. Mau tanya pak, saya mempunyai 20 butir pertnyaan untuk variabel X, 15 pertanyaan variabel Y, apakah jumlah pertanyaan berpengaruh kepada nilai korelasi??atau tidak? trmksih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyaknya jumlah item atau butir soal tidak mempengaruhi hasil analisis korelasi.

      Hapus
  16. selamat sore pak sahid , jika pada nilai signifikansinya hanya titik (.) saja. artinya apa ya pak ? terima kasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. nilai sig. hanya muncul titik (.) umunya disebabkan karena semua skor atau nilai untuk variabel adalah sama. misal variabel X nilainya 24 semua. nah dalam kasus seperti ini tidak bisa mbak

      Hapus
  17. Mau tanya dong mas, kenapa kalo mengkorelasikan suatu data harus diubah ke scale dulu measurenya? Apakah bisa kalau tetap di nominal? mohon jawabannya mas. Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Measure itu tergantung skala data yang kita input atau masukkan ke SPSS. boleh pakai default nanti pada bagian measure secara otomatis mendeteksi skala data yang anda input ke SPSS.

      Hapus
  18. Mas itu di variabel view buat measurenya harus wajib scale kah? atau masih fleksibel bisa diubah menjadi nominal? karna data yang saya ingin korelasikan adalah profil responden..mohon jawabannya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawabannya sepeti di atas. dalam kasus data profil responden boleh di isi nominal. boleh juga tidak di isi apapun. nanti SPSS secara otomatis mengisi bagian measure ini sesuai skala data yang dipakai

      Hapus
  19. halo pak, mau nanya
    data kuesioner pada langkah no. 2 itu hasil penjumlahan dari jawaban setiap responden kah? atau bagaimana?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul data X1, X2 dan Y adalah skor total jawaban masing-masing responden per variabel penelitian. untuk lebih jelas tentang yang saya maksud disini coba anda lihat panduan berikut: Cara Memasukkan Data Kuesioner Skala Likert di SPSS

      Hapus
  20. Pak izin bertanya, kalo sblm uji korelasi, didapat uji linearitas < 0.05 berarti tdk dpt dilanjutkan ke uji korelasi ya?
    Dan kalo terdapat 2 variabel, namun salah satunya tdk terdistribusi normal, apakah boleh langsung pakai korelasi spearman? Apa data yg tdk normal harus ditransform kemudian memakai pearson, dan bisa sebaliknya yg normal ditransform kemudian memakai spearman?
    Terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  21. assalamu'alaikum pak, saya mau bertanya
    hasil output untuk signifikan saya 0,11 > 0.05 (berarti tidak memiliki korelasi)
    tetapi berdasarkan r hitung > r tabel (berarti memiliki korelasi yang positif)
    jadi kesimpulannya bagaimana ya pak ?

    BalasHapus
  22. Saya mau tanya pak, apakah korelasi pearson hanya digunakan untuk sederhana saja? Ataukah untuk berganda juga bisa? Terima kasih

    BalasHapus
  23. Assalamualaikum pak, saya mau tanya apakah korelasi pearson hanya digunakan untuk sederhana saja? Atau bisa juga untuk berganda? Terima kasih

    BalasHapus
  24. Izin bertanya, sebelum analisis korelasi pearson perlu dilakukan uji normalitas data. untuk data yang lebih besar dari 50 umumnya dilakukan uji kolmogorov smirnov. Pertanyaan saya, apakah uji normalitas dilakukan pada tiap variabel atau kah pada residualnya?
    Mohon jawaban beserta langkah-langkahnya di spss, karena saya menemukan 3 cara yang berbeda untuk uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov yang membuat saya bingung harus menggunakan langkah yang mana, terima kasih.

    BalasHapus
  25. Misi pak mau nanya apakah uji deskriptif ini sama dengan uji korelasi ?

    BalasHapus
  26. Assalamualaikum. Saya ingin bertanya. Untuk uji normalitasnya dilakukan pada tiap variabel atau residualnya? Kebetulan data saya variabel independennya tidak normal. Tapi residualnya normal.
    Lalu kalau harus tiap variabel, mengapa berbeda dengan regresi yanh dilakukan normalitas pada residual.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  27. Assalamualaikum pak, saya ingin bertanya jika nilai sig nya 0 apakah angka nya sudah signifikan kolerasi?

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  31. assalamualaikum
    saya ingin bertanya ttg uji validitas menggunakan spss korelasi pearson product moment, utk validitas yg digunakan apakah perbandingan antara nilai r table, sig, dan yg bertanda bintang hrus valid semua atau tdk ?

    krena pda kasus penelitian saya nilai r table valid, nilai r hitung brtnda bintang, namun sig tdk valid, apakah bila trjdi kasus tsb, item soal mnjdi tdk valid atau ttp valid ?

    trima kasih

    BalasHapus
  32. assalamualaikum
    saya ingin bertanya ttg uji validitas menggunakan spss korelasi pearson product moment, utk validitas yg digunakan apakah perbandingan antara nilai r table, sig, dan yg bertanda bintang hrus valid semua atau tdk ?

    krena pda kasus penelitian saya nilai r table valid, nilai r hitung brtnda bintang, namun sig tdk valid, apakah bila trjdi kasus tsb, item soal mnjdi tdk valid atau ttp valid ?

    trima kasih

    BalasHapus
  33. Assalamualaikum, Pak
    Saya ingin bertanya mengenai di buku ahli siapa dan pada tahun dan jalan berapa yang mengatakan bahwa mencari r tabel pearson rumusnya df = n Terimakasih..

    BalasHapus
  34. mau nanya pak, saya mau uji korelasi x n y dengan sig 0,05 (1 tailed) cuma hasil output ** corelation is sig at the 0.01(bukan O.O5) level (1-tailed) itu gmn pak?

    BalasHapus
  35. Halo Pak, maaf mau tanya
    jika setelah melakukan uji Nilai Korelasi dan ketemu nilai 0.05 itu masuk ke signifikan atau tidak signifikan ya?

    Terima Kasih

    BalasHapus
  36. Assalamualaikum pak Sahid, saya ingin bertanya arti dari nilai 0 pada korelasi pearson itu bagaimana ya pak?

    BalasHapus
  37. selamat malam. pak saya ingin menanyakan jika saya ingin menguji korelasi ganda (hub sanitasi dasar dan perilaku dgn diare) apa perlu di dilakukan uji korelasi spearman dulu atau tdk perlu?

    BalasHapus
  38. selamat malam. pak saya ingin menanyakan jika saya ingin menguji korelasi ganda (hub sanitasi dasar dan perilaku dgn diare) apa perlu di dilakukan uji korelasi spearman dulu atau tdk perlu?

    BalasHapus
  39. selamat malam. pak saya ingin menanyakan jika saya ingin menguji korelasi ganda (hub sanitasi dasar dan perilaku dgn diare) apa perlu di dilakukan uji korelasi spearman dulu atau tdk perlu?

    BalasHapus
  40. selamat malam, pak saya ingin menanyakan jika saya ingin melakukan uji korelasi ganda (hub sanitasi dan perilaku dgn diare) apakah saya perlu melakukan uji korelasi spearman terlebih dahulu atau tidak?
    terimakasih pak.

    BalasHapus
  41. nk tanya, kalau tkda **/* mcm mana nk rujuk table

    BalasHapus
  42. Hallo pak sahid mohon bantuannya, penlitian saya terhambat pada persamaan regersi di linear sederhana karena tidak beroengaruh atau tidak signifikanssi bagaimaan cara manipulasinya agar beroengaruh pak terimaksih sehat terus pak sahid

    BalasHapus
  43. Hallo pak sahid, penelitian say tehenti di persamaan regresi linear sederhana karena tidak berpengaruh atau signifikan nah bagaimana cara agar berongaruh ya pak terimaksih sehat selalu

    BalasHapus
  44. Selamat malam mas...maaf mengganggu, saya mohon bantuannya..
    saya sedang menganalisis hubungan antara variabel waktu (jam bukan lama) penangkapan ikan dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapan.
    Pertanyaan saya :
    1. Bolehkah waktu penangkapan dijadikan variabel bebas ?
    2. Kalau boleh... jenis regresi dan krelasi yang mana yang cocok digunakan ?
    Terimakasih.

    BalasHapus
  45. Assalamualaikim min, izin bertanya. Pada korelasi pearson didapatkan nilai p-value 0,05 kemudian dilakukan perbandingan dgn r tabel hasilnya sama dgn nilai r kita, kemudian di outputny ada tanda bintang yg artinya berkorelasi ya min atau bagaimana?

    BalasHapus
  46. pak disebutkan jika bintang 2 signifikansinya 5 persen namun dibawah yang kesimpulan nilai korelasi kok 1 persen maksudnya bagaimana terima kasih mohon dijawab

    BalasHapus
  47. Assalamualaikum, mohon izin bertanya pak. Jika sig.(1-tailed) = 0,005 dan kalo sig. (2-tailed) = 0,010 untuk taraf signifikan korelasi 5%, apakah sig. 1 dan 2 tailed sudah termasuk ada signifikannya dan boleh digunakan pak?

    BalasHapus
  48. Assalamualaikum pak, mohon izin bertanya. Jika sig.(1-tailed)= 0,005 dan sig.(2-tailed)= 0,010, dengan taraf signifikan 5% dan r hitung= 0,517 dan r tabel= 0,404 dengan N= 24. Apakah data-data diatas sudah signifikan dan boleh dipergunakan dalam menentukan korelasi hubungan pak? Terimakasih sebelumnya pak

    BalasHapus
  49. maaf pak mw tnya klo uji normlitasnya tidak terpenuhi maka menggunakan uji apa karena uji korelasi bivariate data harus normal

    BalasHapus
  50. Pak mau tanya r tabel dengan r tabel produk moment itu sama apa beda ?

    BalasHapus
  51. pak mau tanya, maaf sebelumnya kalau pertanyaan saya terlalu minim. karena saya masih bingung dengan statistik.

    kan saya mau penelitian menggunakan metode korelasi, dengan variabel X1 X2 dan Y. step apa dulu dan sampai mana yang harus saya lakukan ya pak? soalnya saya bener benar masih bingung dengan stepnya. step sebelum uji korelasi itu sendiri apa saja ya pak. terimaksih

    BalasHapus
  52. pak mau tanya, maaf sebelumnya kalau pertanyaan saya terlalu minim. karena saya masih bingung dengan statistik.

    kan saya mau penelitian menggunakan metode korelasi, dengan variabel X1 X2 dan Y. step apa dulu dan sampai mana yang harus saya lakukan ya pak? soalnya saya bener benar masih bingung dengan stepnya. step sebelum uji korelasi itu sendiri apa saja ya pak. terimaksih

    BalasHapus
  53. Selamat malam pak saya Djihad mau menanyakan, kalau dalam uji multikolinieritas terjadi multikolinieritas solusinya apa ya pak ? Mohon arahan pak karena data saya terjadi multikolinieritas pak

    BalasHapus
  54. Selamat malam pak, saya mau bertanya kalau dalam uji multikolinieritas data saya terjadi multikolinieritas bagaimana ya pak ? Mohon arahan pak

    BalasHapus
  55. terima kasih banyak,Admin. materi serta kolom komentar yang berisi tanya jawab sangat sangat membantu saya memecahkan masalah tugas kuliah saya ^^

    BalasHapus
  56. saya ingin tanya. bagaimana uji analisis bivariat kalau data X itu memkai kategorik (hasil kuisioner ) dan Y nominal (nilai hasil ujian )dan hanya memakai 1 variabel X dan Y? terima kasih

    BalasHapus
  57. Responden 69 berapa r tabelnya kak?

    BalasHapus
  58. Permisi mau bertanya saya sedang menulis laporan tentang uji korelasi tapi di suruh revisi lagi karena katanya kalo cuma uji korelasi Pearson saja tidak cukup kuat
    Maka saya ingin bertanya apakah uji selajutnya untuk setelah saya melakukan uji korelasi atau ada uji lain yang menguatkan data hasil saya di laporan

    BalasHapus
  59. Assalamualaikum
    Saya mau bertanya apakah ada uji lanjutan untuk korelasi Pearson ini
    Atau sebelum melakukan uji korelasi Pearson apa ada uji sebelumnya?
    Karena saya sedang penelitian terus di suruh revisi karena jikahanya uji korelasi Pearson di anggap kurang kuat datanya

    BalasHapus
  60. pak kalau korelasinya - tapi bertanda ** bagaimana ya?

    BalasHapus
  61. Assalamu'alaikum pak izin mau bertanya. Saya pakai skala yg sudah ada dan juga tidak perlu lagi di TO tetapi reliabilitas alpha cornbach nya di bawah 0,6 yaitu hanya 0,425 apakah itu datanya reliabel? Ada beberapa teori yg mengatakan minimal reliabilitas nya 7 atau lebih dari 6 dan ada jga yang menyatakan bisa juga bandingkan dengan nilai R tabel kita. Kalau di rujuk melalui r tabel maka punya saya reliabel karena r tabel saya 0,227 mohon masukannya

    BalasHapus
  62. Assalamu'alaikum.
    Variabel yang dihubungkan mempunyai dua tanda bintang berarti terdapat korelasi antara variabel yang dihubugkan dengan taraf signifikan 1%.
    nah pertanyaan patokan dari R tabelnya itu kenapa 5% yah pak?

    BalasHapus
  63. permisi pak,saya sedang menempuh skripsi ingin bertanya apabila jumlah sampel sampai lebih dari 300 solusi untuk mencari nilai r tabel nya bagaimana ya pak?
    terimakasih sebelumnya...

    BalasHapus
  64. terima kasih banyak, sangat membantu

    BalasHapus
  65. terima kasih banyak, sangat membantu

    BalasHapus
  66. Pak, kalau tahu itu signifikan berapa dari mana ya? Sig 1 atau 5 persen untuk liat r tabelnya

    BalasHapus
  67. Izin tanya lagi pak, berarti kalo dari hasil analisis regresi tidak berpengaruh, gak boleh lanjut ke uji korelasi yaa?

    BalasHapus
  68. Maaf sebelumnya Pak .. saya mau tanya .. kalau mau melihat tingkat hubungan antar variabel itu bagaimana ya Pak?

    BalasHapus
  69. Pak perbedaan 2 tanda bintang dengan 1 tanda bintang pada hasil output matriks korelasi itu apa ya pak? saya menggunakan alpha 0,05 lalu pada outputnya terdapat 2 tanda bintang dan keterangan correlation is significant at 0,01 level (2 tailed), apakah ini sudah benar? Spss yang saya gunakan ibm statistics 20

    BalasHapus
  70. Assalamulaiakum pak sahid, saya mau tanya jika hasil korelasinya ada 2 bintang itu untuk mencari r tabelnya kita menggunakan taraf signifikansi yang 5% apa jika kita menggunakan spss 20?

    BalasHapus
  71. terima kasih ilmunya. sangat membantu

    BalasHapus
  72. Mas saya mau nanya hasil pearson correlation saya kan -0.495 tapi hasil sig nya 0.000 itu artinya apa ya mas?

    BalasHapus
  73. apakah uji spearman bisa menjadi alternatif? soalnya udah ditransformasi belum normal juga. Terima kasih pak

    BalasHapus
  74. Maaf pak, izin bertanya. Saya memiliki 4 variabel ingin menguji hubungan antara x1 dan x2 dengan y1 dan y2. Dalam penelitian ini juga saya berikan intervensi pada responden, maka terdapat data pre tes dan post tes. Lantas uji apa yang tepat untuk data tersebut?
    Saya bingung untuk menentukan uji apa yang perlu saya lakukan untuk skripsi saya, mohon bantuannya. Terimakasih

    BalasHapus
  75. terima kasih banyak atas ilmunya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  76. Untuk mencari rx1x2 di pearson correlation gimana pak?

    BalasHapus
  77. Mohon maaf sebelumnya izin bertanya, pada tanda ** terdapat informasi bahwa menggunakan signifikansi level 0.01 atau 1%, tanda bintang itu terletak pada "R hitung" masing masing variabel "motivasi" dan "minat", nah tapi kenapa disaat ingin membandingkan "R hitung" dengan "R tabel", bapak mencari "R tabel" dengan level signifikansi 5% ya pak? kenapa tidak menggunakan yang 1%

    BalasHapus
  78. ka mau saya sedang kerjakan skripsi. saya memiliki 2 variabel untuk menhubungkan kedua variabel tersebut skala data yang digunakan adalah interval. bagaimana jika distribusi data saya tidak normal? apa saja langkah yang harus saya lakukan dan bagaimana cara interpretasikan ya?

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih