Cara Melakukan Uji Linearitas dengan Program SPSS
Cara Melakukan Uji Linearitas dengan Program SPSS | Sebelum kita mulai pembahasan dalam uji linearitas ini, kami mengingatkan kembali kepada kawan-kawan semua bahwa sebelumnya kita sudah belajar tentang cara melakukan uji normalitas kolmogorov-smirnov dengan SPSS.
Secara umum uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak. Korelasi yang baik seharusnya terdapat hubungan yang linear antara variabel predictor atau independent (X) dengan variabel kriterium atau dependent (Y). Dalam beberapa referensi dinyatakan bahwa uji linearitas ini merupakan syarat atau asumsi sebelum dilakukannya analisis regresi linear.
Contoh sederhana hubungan linear misalnya seorang sarjana pendidikan matematika menjadi guru matematika di sekolah tertentu. Maka hubungan antara keilmuan sarjana pendidikan matematika dengan menjadi guru matematika adalah linear. Sementara jika sarjana pendidikan matematika tersebut menjadi guru bahasa inggris di sekolah, maka hubungan yang terbentuk adalah tidak linear.
Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji Linearitas
Suatu uji atau analisis yang dilakukan dalam penelitian harus berpedoman pada dasar pengambilan keputusan yang jelas. Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
*Membandingkan Nilai Signifikansi (Sig.) dengan 0,05
*Membandingkan Nilai F hitung dengan F tabel
Contoh Praktek Uji Linearitas dalam Penelitian
Setelah mengetahui konsep dasar tentang uji linearitas, maka selanjutnya kita akan mempraktekan cara melakukan uji linearitas dengan program SPSS. Data yang kita gunakan adalah data variabel Motivasi Belajar (X) dan variabel Prestasi Belajar (Y) dengan banyaknya sampel atau N=12. Dari kedua variabel yang ada kita hendak melakukan uji linearitas untuk mengetahui apakah ada hubungan yang linear secara signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar. Adapun rincian datanya, dilihat pada gambar tabel di bawah ini.
[Download Data excel, Input-Output SPSS]
Langkah-langkah Uji Linearitas dengan Program SPSS
1. Buka program SPSS, klik Variable View. Selanjutnya, pada bagian Name tulis saja Motivasi kemudian Prestasi, pada Decimals ubah semua menjadi angka 0, pada bagian Label tuliskan Motivasi Belajar kemudian Prestasi belajar, abaikan yang lainnnya. Tampak di layar.
2. Setelah itu, klik Data View, lalu masukkan data Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar yang sudah dipersiapkan tadi, bisa dengan cara copy-paste. Tampak di layar.
3. Berikutnya, dari menu utama SPSS pilih Analyze, lalu klik Compare Means, dan pilih Means...
4. Muncul kotak dengan nama "Means". Kemudian, masukkan variabel Motivasi Belajar ke kotak Independent List: dan variabel Prestasi Belajar ke kotak Dependent List:
5. Selanjutnya, klik Options, pada bagian "Statistics for First Layer" pilih Test of Linearity kemudian klik Continue
6. Langkah terakhir adalah klik Ok untuk mengakhiri perintah. Maka akan muncul output SPSS. Dalam hal ini kita cukup memperhatikan pada tabel output "ANOVA Table"
Interpretasi Output Uji Linearitas dengan SPSS
Seperti yang sudah saya jelaskan di awal, bahwa dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas dapat dilakukan dengan dua cara yakni melihat nilai signifikansi dan nilai F.
1. Berdasarkan Nilai Signifikansi (Sig): dari output di atas, diperoleh nilai Deviation from Linearity Sig. adalah 0,721 lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel Motivasi Belajar (X) dengan variabel Prestasi Belajar (Y).
2. Berdasarkan Nilai F: dari output di atas, diperoleh nilai F hitung adalah 0,457 < F tabel 4,35. Karena nilai F hitung lebih kecil dari nilai F tabel maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel Motivasi Belajar (X) dengan variabel Prestasi Belajar (Y).
Catatan: Nilai F tabel dicari dengan rumus (df) Deviation from Linearity ; Within Gorups. Berdasarkan output SPSS di atas diketahui nilai df adalah (3 ; 7). Kemudian kita tinggal melihat distribusi nilai F tabel pada signifikansi 5% atau 0,05 dengan berpedoman pada nilai df tersebut. Maka ditemukan nilai F tabel adalah sebesar 4,35. Lihat gambar di bawah ini.
[Download Distribusi Nilai F Tabel Lengkap]
Informasi Tambahan: cara lain untuk mendeteksi ada tidak hubungan yang linear antara variabel independent dengan variabel dependent dapat dilakukan dengan: Uji Linearitas Menggunakan Grafik Scatter Plot dengan SPSS
Demikian artikel tutorial dengan judul cara melakukan uji linearitas dengan Program SPSS yang bisa kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Jika ada yang kurang jelas dari panduan di atas silahkan berkomentar. Selanjutnya akan dibahas: Panduan Lengkap Uji Analisis Regresi Linear Sederhana dengan SPSS
UPDATE DATA: JUM'AT, 19 FEBRUARI 2021
[Kata Kunci Pencarian: Cara Melakukan Uji Linearitas dengan Program SPSS, Uji Linearitas Data Statistik dengan SPSS versi 21, langkah-langkah Melakukan Uji Linearitas, Tutorial Melakukan Uji Linearitas dengan Software SPSS] [Img: Dokumen hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 21]
Secara umum uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak. Korelasi yang baik seharusnya terdapat hubungan yang linear antara variabel predictor atau independent (X) dengan variabel kriterium atau dependent (Y). Dalam beberapa referensi dinyatakan bahwa uji linearitas ini merupakan syarat atau asumsi sebelum dilakukannya analisis regresi linear.
Contoh sederhana hubungan linear misalnya seorang sarjana pendidikan matematika menjadi guru matematika di sekolah tertentu. Maka hubungan antara keilmuan sarjana pendidikan matematika dengan menjadi guru matematika adalah linear. Sementara jika sarjana pendidikan matematika tersebut menjadi guru bahasa inggris di sekolah, maka hubungan yang terbentuk adalah tidak linear.
Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji Linearitas
Suatu uji atau analisis yang dilakukan dalam penelitian harus berpedoman pada dasar pengambilan keputusan yang jelas. Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
*Membandingkan Nilai Signifikansi (Sig.) dengan 0,05
- Jika nilai Deviation from Linearity Sig. > 0,05, maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel independent dengan variabel dependent.
- Jika nilai Deviation from Linearity Sig. < 0,05, maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel independent dengan variabel dependent.
*Membandingkan Nilai F hitung dengan F tabel
- Jika nilai F hitung < F tabel, maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel independent dengan variabel dependent.
- Jika nilai F hitung > F tabel, maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel independent dengan variabel dependent.
Contoh Praktek Uji Linearitas dalam Penelitian
Setelah mengetahui konsep dasar tentang uji linearitas, maka selanjutnya kita akan mempraktekan cara melakukan uji linearitas dengan program SPSS. Data yang kita gunakan adalah data variabel Motivasi Belajar (X) dan variabel Prestasi Belajar (Y) dengan banyaknya sampel atau N=12. Dari kedua variabel yang ada kita hendak melakukan uji linearitas untuk mengetahui apakah ada hubungan yang linear secara signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar. Adapun rincian datanya, dilihat pada gambar tabel di bawah ini.
[Download Data excel, Input-Output SPSS]
Langkah-langkah Uji Linearitas dengan Program SPSS
1. Buka program SPSS, klik Variable View. Selanjutnya, pada bagian Name tulis saja Motivasi kemudian Prestasi, pada Decimals ubah semua menjadi angka 0, pada bagian Label tuliskan Motivasi Belajar kemudian Prestasi belajar, abaikan yang lainnnya. Tampak di layar.
2. Setelah itu, klik Data View, lalu masukkan data Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar yang sudah dipersiapkan tadi, bisa dengan cara copy-paste. Tampak di layar.
3. Berikutnya, dari menu utama SPSS pilih Analyze, lalu klik Compare Means, dan pilih Means...
4. Muncul kotak dengan nama "Means". Kemudian, masukkan variabel Motivasi Belajar ke kotak Independent List: dan variabel Prestasi Belajar ke kotak Dependent List:
5. Selanjutnya, klik Options, pada bagian "Statistics for First Layer" pilih Test of Linearity kemudian klik Continue
6. Langkah terakhir adalah klik Ok untuk mengakhiri perintah. Maka akan muncul output SPSS. Dalam hal ini kita cukup memperhatikan pada tabel output "ANOVA Table"
Interpretasi Output Uji Linearitas dengan SPSS
Seperti yang sudah saya jelaskan di awal, bahwa dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas dapat dilakukan dengan dua cara yakni melihat nilai signifikansi dan nilai F.
1. Berdasarkan Nilai Signifikansi (Sig): dari output di atas, diperoleh nilai Deviation from Linearity Sig. adalah 0,721 lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel Motivasi Belajar (X) dengan variabel Prestasi Belajar (Y).
2. Berdasarkan Nilai F: dari output di atas, diperoleh nilai F hitung adalah 0,457 < F tabel 4,35. Karena nilai F hitung lebih kecil dari nilai F tabel maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel Motivasi Belajar (X) dengan variabel Prestasi Belajar (Y).
Catatan: Nilai F tabel dicari dengan rumus (df) Deviation from Linearity ; Within Gorups. Berdasarkan output SPSS di atas diketahui nilai df adalah (3 ; 7). Kemudian kita tinggal melihat distribusi nilai F tabel pada signifikansi 5% atau 0,05 dengan berpedoman pada nilai df tersebut. Maka ditemukan nilai F tabel adalah sebesar 4,35. Lihat gambar di bawah ini.
[Download Distribusi Nilai F Tabel Lengkap]
Informasi Tambahan: cara lain untuk mendeteksi ada tidak hubungan yang linear antara variabel independent dengan variabel dependent dapat dilakukan dengan: Uji Linearitas Menggunakan Grafik Scatter Plot dengan SPSS
Demikian artikel tutorial dengan judul cara melakukan uji linearitas dengan Program SPSS yang bisa kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Jika ada yang kurang jelas dari panduan di atas silahkan berkomentar. Selanjutnya akan dibahas: Panduan Lengkap Uji Analisis Regresi Linear Sederhana dengan SPSS
UPDATE DATA: JUM'AT, 19 FEBRUARI 2021
[Kata Kunci Pencarian: Cara Melakukan Uji Linearitas dengan Program SPSS, Uji Linearitas Data Statistik dengan SPSS versi 21, langkah-langkah Melakukan Uji Linearitas, Tutorial Melakukan Uji Linearitas dengan Software SPSS] [Img: Dokumen hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 21]
Lihat Juga: VIDEO Uji Linearitas dengan SPSS Lengkap
uji linearitas salah satu variabel tidak linear bagaimana
BalasHapusSama.. saya juga seperti itu sudah diulang ulang tetep aja ga muncul :( gimana ya
BalasHapusSama.. saya juga seperti itu sudah diulang ulang tetep aja ga muncul :( gimana ya
BalasHapussumber buku dari mana ya pak itu? mohon jawabannya
BalasHapusteori nilai sig deviation from linearity > 0,05 berdasarkan siapa atau dibuku mana pak? terimakasih
BalasHapusAsumsi nilai deviation from linearity sig. > o,o5 berdasarkan teori siapa atau buku apa pak? terimakasih
BalasHapusdata saya deviation from linearitynya > 0,05 (linier), tapi dibagian sig linearity < 0,05 (tidak linier) berarti bagaimana ya pak?
BalasHapusAssalamualaikum, Pak Agung, jika data tidak linier maka tidak bisa melanjutkan ke analisa data selnjutnya , mohon maaf ini sumbernya dari buku/ jurnal mana saya memerlukan untuk data skripsi saya. terima kasih
BalasHapusAssalamualaikum, Pak Agung mau tanya, Pak Agung mengatakan "Jika tidak linear maka tidak bisa dilanjutkan ke analisis data" ini sumber buku/ jurnal dari mana ya pak? saya butuhkan untuk skripsi saya. terima kasih
BalasHapusPak Agung katanya komen diatas kalau data tidak linier tidak boleh dilanjutkan, kok ini boleh ya pak hehe mohon arahannya.
BalasHapusini uji linearitas menggunakan uji apa ya? apakah durbin watson? atau ramsey? atau apa ya?
BalasHapusmalam.. saya mau tanya... saya menguji 3 variabel X dan 1 variabel Y.. untuk uji linieritas, X1 dan X2 terhadap Y memiliki angka df yang sama yaitu (44;23) tetapi untuk X3 terhadap Y berbeda... itu apa tidak masalah.. karna saya ditanya mengapa X3 df nya berbeda... minta arahannya.. buat yang punya kasus sam boleh bantu jawab ya... terima kasih
BalasHapusnumpang nimbrung pak, saya mau bertannya nilai linearity saya > 0.05 sedangkan nilai deviation from linearity saya > 0.05 itu dikatakan linear apa tidak ya pak?dari segi deviation from linearity sudah memenuhi tp dari nilai linearitynya tidak memenuhi. Mohon infonya pak terimakasih
BalasHapushalo mas sahid, terimakasih utk semua postingan nya, sangat membantu, namun terkait uji linearitas ini, variabel x2 saya tidak linear, padahal x1 nya linear, cara mengatasi nya gmna ya mas ? kalau saya lanjutkan, apakah uji regresinya bisa diproses ? lalu utk uji yg lainlain apakah bisa diterima ? lalu nanti jadi pertanyaan saat sidang tidak nggih ?
BalasHapusterimakasih utk kesediaannya menjawab, salam
Pak kalo semisal hasil linearitas sig 0.00 dan deviation of linearity juga sig 0.00, itu bagaimana ya pak? Terima kasih.
BalasHapusPak mau nnya, referensi dari mana ya pak? Yg nilai signifikasi > 0.05 tuk uji linearitas
BalasHapusApakah ada sumber referensi terkait jika salah satu variabel independen tidak linier bisa lanjut ke uji regresi pak? Mohon bantuannya Pak, Terimakasih
BalasHapusApakah ada sumber referensi terkait jika salah satu variabel independen tidak linier dapat lanjut ke regresi linier Pak? Mohon tanggapannya, terimakasih
BalasHapusKalau cuma liat yang sig nya aja nggakpapa?? Tabel f nya nggak harus kan?
BalasHapusmaaf saya mau tanya bagaimana cara mengatasi kalo tabel anova nya gak muncul, tapi malah muncul kata "too few cases" padahal variabel bebas saya 1 ?
BalasHapusJika nilai f dan nilai sig berbeda itu gimana?
BalasHapusBg masalah kan rumus uji linear nilai sig <0.05 .nah sedangkan hasil tdi kan menyatakan nilai signifikan linear lebih besar dari o.o5 itu gmana ya bg
BalasHapusF tabel 32.71 saya belum menemukan nilai yang besar. kira kira dimana saya bisa mendapatkannya? terimakasih
BalasHapusassalamualikum ingin bertanya saya sudah melakukan pengujia uji linieritas varibel x1 tidak reliabel pak sedangkan variabel x2 nya reliabel, dan saya akan menguji regresi linier berganda apa kah ada saran ya pak mohon bantuanya terimakasih
BalasHapusTerima kasih banyak kak. Sangat membantu 😁
BalasHapusPak izin bertanya.. jika saya nilai sig linieraty nya kurang dr 0.05 tapi di sig deviation nya jg kurang dr 0.05 apakah bisa menggunakan sig linierity saja? Nah untuk acuan teorinya itu ada dbuku mana ya pak?
BalasHapusDisini bapak bilang dr buku joko
BalasHapusTp disini bapak bilang blm nemu bukunya.. maaf yg benar yg mana pak? Krn problem sy juga demikian
BalasHapus