Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS
Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS | Uji independent sample t-test jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maka berarti uji t sampel tidak berhubungan atau tidak berpasangan (sampel bebas). Perhatikan kata “independen” atau “bebas” maknanya adalah tidak ada hubungan atau keterkaitan antara dua sampel yang akan di analisis menggunakan uji independent sample t-test ini. Dengan demikian maka kita dapat merumuskan sebuah definisi umum bahwa uji independent sample t-test merupakan analisis statistik yang bertujuan untuk membandingkan dua sampel yang tidak saling berpasangan. Sementara jika penelitian anda bertujuan untuk membandingkan dua sampel berpasangan (seperti perbandingan antara nilai pre-test dengan post-test), maka pengujian hipotesis dilakukan dengan uji paired sample t test
Asumsi Persyaratan Penggunaan Uji Independent Sample T-Test
- Kedua sampel tidak saling berpasangan. Jika sampel berpasangan maka uji hipotesis dilakuan dengan menggunakan Uji Paired Sample t Test
- Jumlah data untuk untuk masing-masing sampel kurang dari 30 buah. Sementara jika jumlah data lebih dari 30 buah, maka sebaiknya uji hipotesis dilakukan dengan uji z (Singgih Santoso. 2014. "Panduan Lengkap SPSS Versi 20 Edisi Revisi. Jakarta: Elex Media Komputindo. hal.270).
- Data yang dipakai dalam uji ini berupa data kuantitatif (angka asli) berskala interval atau rasio.
- Data untuk kedua sampel berdistribusi normal. Jika data salah satu sampel atau keduanya tidak berdistribusi normal, maka uji hipotesis perbandingan dilakukan dengan metode statistik non parametrik menggunakan Uji Mann Whitney
- Adanya kesamaan varians atau homogen untuk kedua sampel data penelitian (bukan merupakan syarat mutlak). Jika ternyata di dapati varians data untuk kedua sampel tidak homogen, maka uji independent sample t test tetap dapat dilakukan. Akan tetapi pengambilan keputusan di dasarkan pada hasil yang berdapat dalam tabel output SPSS "Equal variances not assumed".
Contoh Kasus Uji Independent Sample T-Test pada Penelitian
Sebagai contoh kita akan melakukan pengujian hipotesis komparatif untuk mengetahui apakah ada berbedaan rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok A dengan kelompok B. Misalnya pada kelompok A guru menerapkan metode belajar dengan ceramah sementara kelompok B guru menerapkan metode belajar dengan diskusi. Setelah itu guru membagikan soal yang sama kepada masing-masing siswa yang ada pada kedua kelompok tersebut. Adapun skor hasil belajar masing-masing siswa untuk kelompok A dan kelompok B dapat kita lihat pada gambar tabel di bawah ini.
[Download Data Excel-Input SPSS dan lain-lain lengkap]
Keterangan: Data kelompok A dan kelompok B berupa hasil belajar siswa (kuantitatif) dengan sampel tidak berpasangan. Jumlah siswa (n) untuk kelompok A adalah sebanyak 6 orang, sementara untuk kelompok B sebanyak 5 orang. Dengan demikian maka persyaratan penggunaan uji independent sample t test sesuai ketentuan di atas (poin 1 sampai 3) sudah terpenuhi. Sementara persyaratan normalitas dan homogenitas dapat anda simak pada panduan: Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS | Cara Melakukan Uji Homogenitas dengan SPSS
Rumusan Hipotesis Penelitian Komparatif
Untuk mengetahui apakah ada berbedaan rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok A dengan kelompok B, maka kita perlu membuat sebuah rumusan hipotesis (dugaan) penelitian sebagai berikut.
H0= Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B.
Ha= Ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B.
Sebelum kita melakukan uji independent sample t test dengan SPSS, maka terlebih dahulu kita harus membuat kode untuk kelompok A dan kelompok B. Hal ini bertujuan agar proses analisis dengan SPSS menjadi lebih mudah. Adapun susunan rekapitulasi hasil belajar siswa setelah pembuatan kode untuk kelompok A dan kelompok B adalah sebagai berikut.
Keterangan: hasil belajar untuk kelompok A diberi kode 1, sementara hasil belajar untuk kelompok B diberi kode 2.
Langkah-langkah Cara Uji Independent Sample T-Test dengan SPSS
1. Buka lembar kerja SPSS, lalu klik Variable View, selanjutnya adalah tahap mengisi properti variabel dengan ketentuan sebagai berikut.
2. Untuk mengisi properti pada bagian "Values" untuk variabel Kelompok, maka klik kolom None baris kedua hingga muncul kotak dialog "Value Label", kemudian pada kotak Value isikan 1 dan kotak Label isikan Kelompok A, lalu klik Add. Tampak di layar.
3. Selanjutnya isi kembali kotak Value dengan 2 dan kotak Label ketikan Kelompok B, lalu klik Add dan Ok. Tampak di layar.
4. Jika properti variabel sudah di isi dengan benar, maka pada bagian Variable View akan tampak sebagaimana gambar di bawah ini.
5. Langkah berikutnya klik Data View, kemudian untuk variabel Hasil isikan dengan nilai belajar siswa untuk kelompok A kemudian dilanjutkan kelompok B di bawahnya. Selanjutnya untuk variabel Kelompok isikan dengan kode kelompok A diikuti kode kelompok B di bawahnya. Tampak di layar.
6. Langkah selanjutnya dari menu SPSS klik Analyze – Compare Means – Independent Sample T Test…
7. Muncul kotak dialog "Independent Sample T Test", kemudian masukkan variabel Hasil Belajar [Hasil] ke kotak Test Variable(s), lalu masukkan variabel Kelompok ke kotak Grouping Variable. Tampak di layar.
8. Selanjutnya klik Define Groups.. maka muncul kotak dialog "Define Groups", pada kotak Group 1 isikan 1 dan pada kotak Group 2 isikan 2, lalu klik Continue
9. Terakhir klik Ok, maka akan muncul output SPSS dengan judul "T-TEST" yang selanjutnya akan kita tafsirkan maknanya.
Dasar Pengambilan Keputusan Uji Independent Sample T Test
Sebelum kita menafsirkan atas hasil output tersebut, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test sebagai berikut.
- Jika nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B.
- Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B (V. Wiratna Sujarweni, 2014: 99).
Interpretasi Output Uji Independent Sample T-Test SPSS
Tabel Output Pertama "Group Statistics"
Berdasarkan tabel output "Group Statistics" di atas diketahui jumlah data hasil belajar untuk kelompok A adalah sebanyak 6 orang siswa, sementara untuk kelompok B adalah sebanyak 5 orang siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa atau Mean untuk kelompok A adalah sebesar 77,817, sementara untuk kelompok B adalah sebesar 87,240. Dengan demikian secara deskriptif statistik dapat disimpulkan ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B. Selanjutnya untuk membuktikan apakah perbedaan tersebut berarti signifikan (nyata) atau tidak maka kita perlu menafsirkan output "Independent Samples Test" berikut ini.
Tabel Output Kedua "Independent Samples Test"
Berdasarkan output di atas diketahui nilai Sig. Levene's Test for Equality of Variances adalah sebesar 0,738 > 0,05 maka dapat diartikan bahwa varians data antara kelompok A dengan kelompok B adalah homogen atau sama (V. Wiratna Sujarweni, 2014: 99). Sehingga penafsiran tabel output Independent Samples Test di atas berpedoman pada nilai yang terdapat dalam tabel "Equal variances assumed".
Berdasarkan tabel output "Independent Samples Test" pada bagian "Equal variances assumed" diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,039 < 0,05, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (nyata) antara rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok A dengan kelompok B.
Selanjutnya dari tabel output di atas diketahui nilai "Mean Difference" adalah sebesar -9,4233. Nilai ini menunjukkan selisih antara rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok A dengan rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok B atau 77,817-87,240 = -9,4233 dan selisih perbedaan tersebut adalah -18,2347 sampai -0,6120 (95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper).
Info Tambahan: t hitung bernilai negatif (dalam contoh hasil di atas adalah -2,419) bukan merupakan sebuah kesalahan. Namun, t hitung bernilai negatif ini disebabkan karena nilai rata-rata hasil belajar pada kelompok A (kelompok pertama) lebih rendah dari nilai rata-rata hasil belajar pada kelompok B (kelompok kedua). Maka jika anda menggunakan pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test melalui perbandingan antara nilai t hitung dengan t tabel, maka nilai t hitung disini dapat berarti positif yakni 2,419.
Membandingkan t hitung dengan t tabel dalam Uji Independent Sample T-Test
Adapun pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai t hitung dengan t tabel dalam uji independent sample t test ini dapat berpedoman pada dasar keputusan berikut ini.
- Jika nilai t hitung < t tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B.
- Jika nilai t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B (Jonathan Sarwono. 2015. Rumus-rumus Populer dalam SPSS 22 untuk Riset Skripsi. Yogyakarta: Andi Offset. hal 152).
Diketahui nilai t hitung adalah sebesar 2,419. Selanjutnya kita tinggal mencari nilai t tabel dengan mengacu pada rumus (α/2); (df) sama dengan (0,05/2); (9) sama dengan 0,025; 9. Cari nilai tersebut pada distribusi nilai t tabel statistik. Maka ditemukan nilai t tabel sebesar 2,262. Lihat gambar.
[Donwload Distribusi Nila t Tabel Lengkap]
Dengan demikian nilai t hitung sebesar 2,419 > t tabel 2,262, maka berdasarkan dasar pengambilan keputusan melalui perbandingan nilai t hitung dengan t tabel, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B atau dengan kata lain penerapan metode belajar ceramah dengan metode belajar diskusi oleh guru akan menghasilkan hasil belajar yang berbeda.
Sekian pembahasan kita mengenai cara melakukan uji independent sample t test menggunakan program SPSS disertai dengan penjelasannya. Semoga bermanfaat dan terimakasih. Selanjutnya, pada penelitian two group pretest posttest design biasanya setelah kita melakukan uji ini, langkah berikutnya adalah melakukan uji gain. Adapun pembahasan tentang uji gain score dapat anda simak dalam panduan berikut: Cara Menghitung N-Gain Score Kelas Eksperimen dan Kontrol dengan SPSS
[Search: Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS | Penjelasan atau Interpretasi Uji Independent Sample T-Test | Ketentuan dalam Uji Independent Sample T-Test | Uji T Dua Sampel Tidak Berpasangan menggunakan SPSS Versi 21 | Cara Membandingkan t hitung dengan t tabel dalam Uji Independent Sample T-Test dengan SPSS] - [Referensi: V. Wiratna Sujarweni. 2014. SPSS untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka baru Press]
Lihat Juga: VIDEO Uji Independent Sample T-Test dengan SPSS
sample saya ada 68.. apakah tidak boleh disana hanya 30 jak maksimal.. tapi saya baca dibuku lain tidak ada batas sample. mohon jawabannya
BalasHapusdalam bukunya siggih santoso dijelaskan bahwa uji independent sample t test digunakan untuk sampel kecil yakni < 30 sementara untuk sampel > 30 uji hipotesis menggunakan uji Z. Namun demikian secara praktekknya banyak mahasiswa yang menggunakan uji ini walau sampelnya > 30
Hapusiya benar sekali
BalasHapusbagus
BalasHapusTerimakasih. semoga sukses dan lancar untuk penelitian anda
Hapusjika hasil sig 2 tailed adalah 0,000 itu bisa dipakai? atau ada terjadi kesalahan
BalasHapusTidak salah
Hapusterima kasih. alhamdulillah sangat bermanfaat dan penjelasannya cukup jelas. semoga menjadi amal jariyah aamiin
BalasHapusMohon maaf saya ingin tabta jika uji signya di atas 0,05 tapi pata t hitung juga di atas t table. Dikatakan signifikan atau tidak
BalasHapusselamat malam pak, saya mau tanyak. jika jumlah data dari kelas eksperimen 31 sedangkan jumlah data dari kelas kontrol itu 30 apakah saya masih menggunakan uji paired sample t test atau menggunakan uji Z
BalasHapusBukan paired itukan datanya independen
HapusAssalamualaikum pak
BalasHapusSaya mau bertanya kalau misalkan judulnya pengaruh penggunaan model terhadap keterampilan berdiskusi. Itu kira2 pakek uji ap ya ?? Uji independent atau regresi linear sederhana ??
Mohon bantuannya ya pak
BalasHapusMohon dikasih referensi lengkap di bagian akhir tulisan, jangan hanya body note. Thanks.
BalasHapusSelamat siang pak, saya ingin bertanya, ketika kita menggunakan mann whitney karena data tidak normal, maka bagaimana cara mengitung nilai confidence intervalnya (95% CI) di SPSS?
BalasHapusterimaksih
Makasih ilmunyaa..
BalasHapusTerima kasih banyak, artikelnya sangat membantu:)
BalasHapus0.05 darimana
BalasHapusPak saya ingin bertanya, untuk penentuan sampelnya bagaimana ya? Untuk batas minimal
BalasHapuspak jika sampelnya berbeda untuk menguji normalitas menggunakan uji apa?
BalasHapusIjin bertanya Pak, kenapa ya kalo di uji homogenitas hasil saya p<0.05, sedangkan di hasil independent levene test p>0.05 ?
BalasHapuspak misal kita mempunyai dua variabel bebas yang bebrbeda dan masing" variabel di uji
BalasHapusuji tiga kali apa sudah memenuhi sarat uji t ya? termaksih
min ingin bertanya terhadap persyaratna poin ke lima tentang pengmbilan ikeputusan jika data tidak homogen. tetapi kenapa di contoh data sudah homogen tetapi pengambilan keputusan malah bkan signifkan 2 tailed?
BalasHapusMin izin bertanya ya. Kalo kasusnya kaya di atas menggunakan metode pembelajaran yg berbeda utk kelas yg berbeda jg. Uji kesamaan rata2 nya gimana ya? Misal Ho: tidak ada kesamaan rata2 dan Ha: terdapat kesamaan rata2. Spt itu bener ngga ya? Mks hehe
BalasHapusItu df nya 9, dari mana ya mas?
BalasHapuse5yu7i8ii4876587o4674876484474yj7o65oi647i4i7587845
BalasHapusmau tanya ni, kalau sig tailed 2 menunjukkan angka 000 gmana yaa sedangkan sig taled 1 menunjukkan angka 052 .
BalasHapusAssalamualaikum, pak judul skripsi saya pengaruh x1, x2, x3 trhdp Y, dan saya sudah menggunakan analisis regresi linear berganda, apakah harus melakukan uji t lagi? Mudah2an di jawab
BalasHapusMau tanya kalau uji normal pretest posttest untuk lanjut uji independen uji normalnya apa tdk cukup uji normal pretest posttest saja ttpi hrs ada uji normal selisih pretest posttest
BalasHapusTerimaksih
Terima kasih artikel ini sangat membantu☺️
BalasHapusPak, kalau hasil di t tabel negatif, untuk pengambilan keputusannya bagaimana ya?
Bagaimana jika hasilnya tidak terdapat perbedaan apakah ada uji lanjutnya?
BalasHapusPak jika kelompoknya lebih dari 2 bagaimna pak? Apa masih bisa menggunakan cara ini, apa ada cara lainnya?
BalasHapusApakah disini saya boleh bertanya tentang sebuah penelitian memakai uji apa?
BalasHapusPenelitian tentang pemberian makanan x kepada responden diabetes. Tetapi disini saya memakai 2 kelompok, kelompok yg di beri perlakuan dengan tidak. Menurut anda saya bisa memakai uji statistik apa ya
Brarti kalau begitu, yang diuji normalitas dan homogenitasnya cuma data postest aja kan pak? Data pretest tidak perlu diuji normalitas dan homogenitasnya? Karena data pretest tidak diuji apa-apac....
BalasHapusKalo datanya ada yang negatif apakah masih tetap bisa pak ??
BalasHapuspak mau tanya ini hasil sig (2-tailed) saya 0.195, namun di paling bawah tabel nya ada criteria 0.95.. jd ikut yg 0.05 atau 0.95 ?
BalasHapusMaaf mau tanya, utk lihat t tabelnya, alfanya kan dibagi 2, 0.05/2 = 0,025.
BalasHapusNah itu lihat di t tabel yg baris two tail kan ya? Bukan yg one tail? Mohon penjelasannya.tks
maau naya pak, kalo misa data kita 75,5 boleh dibukatkan jdi 76? mksh pak
BalasHapusPak bila nilai data menggunakan bilangan desimal itu harus dibulatkan atau tidak ? Agar data bisa normal ? Mksh banyk pak
BalasHapusPak bila nilai data menggunakan bilangan desimal itu harus dibulatkan atau tidak ? Agar data bisa normal ? Mksh banyk pak
BalasHapusTidak ada sumber manapun bahwa data penelitian HARUS normal.
HapusAssalamualaikum mas...mohon penjelasannya mengenai cara uji hipotesis beda dua mean populasi dua sampel independent berukuran besar (n1 lebih dr 30 dan n2 kurang dr 30) dan n kecil (n1 kurang dr 30 dan n2 kurang dr 30). terima kasih sebelumnya...
BalasHapusUji korelasi klo bgtu...
BalasHapusPak, mau tanya. Di penelitian saya, kelompok K- jumlahnya 5, Kelompok K+, P1 dan P2 jumlahnya 4. apakah boleh dilakukan analisis ya? atau semua kelompok jumlahnya harus sama supaya bisa dianalisis?
BalasHapusTks sangat membantu pemahaman kita, minta penjelasan, apakah simpulan ada perbedaan rerata hasil dari kel A dan B berarti ada pengaruh perlakuan tsb thd hasil belajar? Sbb umumnya judul penelitian adalah "pengaruh model x thd hasil belajar siswa dst ....
BalasHapusAssalaamu'alaikum,,,
BalasHapusterimakasih banyak admin
Sehat selalu admin
BalasHapusPak, penelitian komparasi itu membutuhkan ujia asumsi klasik apa tidak?kalau butuh pakai uji yang apa saja? Terima kasih
BalasHapusTerimakasih banyak pak, amat sangat membantu sekaliii
BalasHapusMalam bapak, semoga bapak masih beraktivitas di blog ini & berkenan membaca juga menjawab pertanyaan saya. Ada perkataan bahwa hasil homogenitas tidak masalah jika tidak homogen. Saat ini saya butuh sumber buku/jurnal yang memberi pernyataan seperti itu. Apakah bapak tahu salah satu sumbernya? Terima kasih bapak, besar harapan saya untuk bapak menjawab pertanyaan ini
BalasHapusPak maaf misal data saya tidak homogen kan tidak apa apa ya krn tidak mutlak, namun apakah ada sumber jurnal/buku yang pernah memberi statement seperti itu pak? Semoga bapak tahu dan berkenan menjawab pertanyaan saya
BalasHapusHalo pak, untuk mendapatkan referensi buku dari rumus-rumus spss Uji Independen Sample T Test dimana ya pak?
BalasHapusHallo kak maaf izin bertanya, nilai Sig. dan Sig.(2-tailed) itu nilai apa ya?
BalasHapusPermisi pak, kalau mau membandingkan lebih baik pakai metode demonstrasi atau metode video , itu betul pakai uji T independent ini kan ya?
BalasHapusdan mau bertanya apakah yang diinput nilai masing2 kelompoknya nya diambil nilai rata2 dari pretest dan postest?
pak izin bertanya, kalo misal satu sampel kita kurang dari 30, satunya lagi lebih 30, itu kita masih boleh pake independent t tes atau ga ya pak? apakah harus ke uji z langsung?
BalasHapuspenjelasan di atas sangat bermanfaat dan sangat jelas deskrisinya mulai tahapan olah data sampai hasil akhir
BalasHapusSangat membantu, apalagi lihat dari youtube. Terimakasih pak
BalasHapusTerimakasih banyak, sangat membantu 🙏
BalasHapus