Panduan Lengkap Uji Analisis Regresi Linear Sederhana dengan SPSS
Panduan Lengkap Uji Analisis Regresi Linear Sederhana dengan SPSS | Analisis regresi linear sederhana atau dalam bahasa inggris disebut dengan nama simple linear regression digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh satu variabel bebas atau variabel independent atau variabel predictor atau variabel X terhadap variabel tergantung atau variabel dependen atau variabel terikat atau variabel Y. Syarat kelayakan yang harus terpenuhi saat kita menggunakan regresi linear sederhana adalah:
CONTOH KASUS UJI ANALISIS REGRESI LINEAR SEDERHANA
Sebagai contoh saya mempunyai data penelitian dengan judul “Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai”. Dari judul diatas maka hipotesis atau kesimpulan sementara yang saya ajukan dan yang saya akan uji dengan analisis regresi linear sederhana adalah “Ada Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai”. Adapun data penelitian yang saya maksud sebagaimana tabel di bawah ini
[Download Data untuk Latihan]
KETERANGAN TERKAIT DATA PENELITIAN
CARA UJI ANALISIS REGRESI LINEAR SEDERHANA DENGAN SPSS
Sebelum kita masuk pada cara pengolahan data dalam uji analisis regresi linear sederhana dengan SPSS, terlebih dahulu kita harus memastikan data tersebut telah lolos dalam syarat kelayakan model regresi linear sederhana tentunya dengan cara melakukan uji normalitas, uji linearitas dan uji heteroskedastisitas. Sementara untuk uji autokorelasi tidak perlu dilakukan karena data di atas tidak termasuk data time series atau data runtut waktu. Adapun urutan langkah-langkah uji analisis regresi linear sederhana dengan SPSS adalah sebagai berikut:
1. Buka lembar kerja SPSS lalu klik Variable View, selanjutnya pada kolom Name untuk baris pertama tulis X, baris kedua Y. Lalu pada kolom Label baris pertama tulis Stres Kerja dan baris kedua tulis Kinerja Pegawai [untuk pilihan lainnya biarkan tetap default]
2. Langkah berikutnya klik Data View [dari tampilan Data View terlihat ada dua nama variabel yakni X dan Y], selanjutnya masukkan data penelitian dengan ketentuan X untuk data Stres Kerja dan Y untuk Kinerja Pegawai [pada saat memasukkan data penelitian harus dilakukan dengan teliti dan cermat karena jika terjadi kesalahan pada proses penginputan ini, maka output SPSS tidak akan mengeluarkan hasil yang akurat sesuai dengan harapan anda]
3. Jika sudah yakin di input dengan benar, langkah selanjutnya kita klik menu Analyze – kemudian klik Regression – lalu klik Linear…
4. Setelah itu akan muncul kotak dialog Linear Regression, masukkan variabel Stres Kerja [X] ke kotak Independent(s), dan masukkan variabel Kinerja Pegawai [Y] ke kotak Dependent, caranya dengan mengklik tanda panah yang tersedia. Selanjutnya pada bagian Method: pilih Enter (abaikan pilihan yang lainnya)
5. Langkah terakhir adalah klik Ok untuk mengakhiri perintah, maka akan keluar output SPSS regresi linear sederhana sebagai berikut
Keterangan : Menjelaskan tentang variabel yang dimasukkan serta metode yang digunakan dalam analisis regresi linear
Keterangan : Berfungsi untuk uji F dalam analisis regresi linear berganda
MEMBUAT PERSAMAAN REGRESI LINEAR SEDERHANA
Secara umum rumus persamaan regresi linear sederhana adalah Y = a + bX. Sementara untuk mengetahui nilai koefisien regresi tersebut kita dapat berpedoman pada output yang berada pada tabel coefficients berikut
a = angka konstan dari unstandardized coefficients. Dalam kasus ini nilainya sebesar 35,420. Angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai arti bahwa jika tidak ada Stres Kerja (X) maka nilai konsisten Kinerja Pegawai (Y) adalah sebesar 35,420
b = angka koefisien regresi. Nilainya sebesar -0,511. Angka ini menggandung arti bahwa setiap penambahan 1% tingkat Stres Kerja (X), maka Kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar -0,511
Kerena nilai koefisien regresi bernilai minus (-), maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa Stres Kerja (X) berpengaruh negatif terhadap Kinerja Pegawai (Y). Sehingga persamaan regresinya adalah Y = 35,420 - 0,511 X
UJI HIPOTESIS DALAM ANALISIS REGRESI LINEAR SEDERHANA
Uji hipotesis atau uji pengaruh berfungsi untuk mengetahui apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak. Sekedar mengingatkan bahwa hipotesis yang saya ajukan dalam analisis regresi linear sederhana ini adalah:
H0 = Tidak ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y).
Ha = Ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y).
Sementara itu, untuk memastikan apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak (dalam arti variabel X berpengaruh terhadap variabel Y) kita dapat melakukan uji hipotesis ini dengan cara membandingkan nilai signifikansi (Sig.) dengan probabilitas 0,05 atau dengan cara lain yakni membandingkan nilai t hitung dengan t tabel.
UJI HIPOTESIS MEMBANDINGKAN NILAI Sig DENGAN 0,05
Adapun yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam analisis regresi dengan melihat nilai signifikansi (Sig.) hasil output SPSS adalah:
Output SPSS (coefficients)
Berdasarkan output di atas diketahui nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,001 lebih kecil dari < probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “Ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y)”
UJI HIPOTESIS MEMBANDINGKAN NILAI T HITUNG DENGAN T TABEL
Pengujian hipotesis ini sering disebut juga dengan uji t, dimana dasar pengambilan keputusan dalam uji t adalah:
Output SPSS (coefficients)
Berdasarkan output di atas diketahui nilai t hitung sebesar -4,418. Karena nilai t hitung sudah ditemukan, maka langkah selanjunya kita akan mencari nilai t tabel. Adapun rumus dalam mencari t tabel adalah:
Nilai a / 2 = 0,05 / 2 = 0,025
Derajad kebebasan (df) = n – 2 = 12 – 2 = 10
Nilai 0,025 ; 10 kemudian kita lihat pada distribusi nilai t tabel (Download distribusi nilai t tabel), maka di dapat nilai t tabel sebesar 2,228
Karena nilai t hitung sebesar -4,418 lebih besar dari > 2,228, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “Ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y)”. [nilai t hitung -4,418 dianggap lebih besar dari nilai t tabel 2,228 dalam analisis regresi liner sederhana [Pengertian ini, akan lebih jelas jika saya gambarkan dengan kurva uji t dalam analisis regresi linear sederhana dibawah ini]
Catatan: Uji t dapat menjadi alternatif uji hipotesis jika nilai signifikansi hasil SPSS tepat di angka 0,05
UJI HIPOTESIS DENGAN MELIHAT KURVA REGRESI
Pengujian menggunakan kurva regresi akan bermanfaat jika nilai t hitung ditemukan negatif (-) yakni -4,418. Simak dengan teliti kurva regresi di bawah ini
Berdasarkan kurva di atas diketahui bahwa nilai t hitung sebesar-4,418 terletak pada area pengaruh negatif, sehingga dapat disimpulkan bahwa “Ada Pengaruh Negatif Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y)”.
MELIHAT BESARNYA PENGARUH VARIABEL X TERHADAP Y
Untuk mengetahui besarnya pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y) dalam analisis regresi linear sederhana, kita dapat berpedoman pada nilai R Square atau R2 yang terdapat pada output SPSS bagian Model Summary
Dari output di atas diketahui nilai R Square sebesar 0,661. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y) adalah sebesar 66,1 % sedangkan 33,9% Kinerja Pegawai dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.
KESIMPULAN DARI UJI ANALISIS REGRESI LINEAR SEDERHANA
Merujuk pada membahasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa “Stres Kerja (X) berpengaruh negatif terhadap Kinerja Pegawai (Y) dengan total pengaruh sebesar 66,1 %. Pengaruh negatif ini bermakna semakin menurunnya stres kerja seorang karyawan (pegawai) maka akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja pegawai tersebut.
Perlu anda cermati bahwa uji analisis regresi linear sederhana digunakan untuk satu variabel bebas (X). sementara jika anda menggunakan lebih dari satu variabel bebas (X) maka uji yang ideal untuk anda lakukan adalah Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Demikian pembahasan kita kali ini semoga Panduan Lengkap Uji Analisis Regresi Linear Sederhana dengan SPSS dapat bermanfaat, jika ada pertanyaan atau koreksi atas penduan di atas silahkan untuk berkomentar di bawah ini.. terimakasih
[Search: Panduan Lengkap Uji Analisis Regresi Linear Sederhana dengan SPSS, Cara Melakukan Uji Regresi Linear Sederhana dengan Program SPSS, Cara melakukan Uji T dalam Analisis Regresi Linear Sederhana, Arti Koefisien Regresi Negatif Minus, Simple Linear Regression]
[Img: screenshot olah data SPSS versi 21]
- Jumlah sampel yang digunakan harus sama
- Jumlah variabel bebas (X) adalah 1 (satu)
- Nilai residual harus berdistribusi normal
- Terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas (X) dengan variabel tergantung (Y).
- Tidak terjadi gejala heteroskedastisitas
- Tidak terjadi gejala autokorelasi [untuk data time series]
CONTOH KASUS UJI ANALISIS REGRESI LINEAR SEDERHANA
Sebagai contoh saya mempunyai data penelitian dengan judul “Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai”. Dari judul diatas maka hipotesis atau kesimpulan sementara yang saya ajukan dan yang saya akan uji dengan analisis regresi linear sederhana adalah “Ada Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai”. Adapun data penelitian yang saya maksud sebagaimana tabel di bawah ini
[Download Data untuk Latihan]
KETERANGAN TERKAIT DATA PENELITIAN
- Data diatas diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner atau angket (menggunakan nilai skor total jawaban responden atas item-item soal kuesioner)
- Jika menggunakan kuesioner untuk data penelitian, maka item-item kuesioner tersebut harus dipastikan sudah lolos uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu
- Jumlah sampel yang digunakan adalah 12 responden (pegawai)
- Variabel Penelitian : Stres Kerja sebagai variabel bebas (X) dan Kinerja Pegawai sebagai variabel tergantung (Y)
CARA UJI ANALISIS REGRESI LINEAR SEDERHANA DENGAN SPSS
Sebelum kita masuk pada cara pengolahan data dalam uji analisis regresi linear sederhana dengan SPSS, terlebih dahulu kita harus memastikan data tersebut telah lolos dalam syarat kelayakan model regresi linear sederhana tentunya dengan cara melakukan uji normalitas, uji linearitas dan uji heteroskedastisitas. Sementara untuk uji autokorelasi tidak perlu dilakukan karena data di atas tidak termasuk data time series atau data runtut waktu. Adapun urutan langkah-langkah uji analisis regresi linear sederhana dengan SPSS adalah sebagai berikut:
1. Buka lembar kerja SPSS lalu klik Variable View, selanjutnya pada kolom Name untuk baris pertama tulis X, baris kedua Y. Lalu pada kolom Label baris pertama tulis Stres Kerja dan baris kedua tulis Kinerja Pegawai [untuk pilihan lainnya biarkan tetap default]
2. Langkah berikutnya klik Data View [dari tampilan Data View terlihat ada dua nama variabel yakni X dan Y], selanjutnya masukkan data penelitian dengan ketentuan X untuk data Stres Kerja dan Y untuk Kinerja Pegawai [pada saat memasukkan data penelitian harus dilakukan dengan teliti dan cermat karena jika terjadi kesalahan pada proses penginputan ini, maka output SPSS tidak akan mengeluarkan hasil yang akurat sesuai dengan harapan anda]
3. Jika sudah yakin di input dengan benar, langkah selanjutnya kita klik menu Analyze – kemudian klik Regression – lalu klik Linear…
4. Setelah itu akan muncul kotak dialog Linear Regression, masukkan variabel Stres Kerja [X] ke kotak Independent(s), dan masukkan variabel Kinerja Pegawai [Y] ke kotak Dependent, caranya dengan mengklik tanda panah yang tersedia. Selanjutnya pada bagian Method: pilih Enter (abaikan pilihan yang lainnya)
5. Langkah terakhir adalah klik Ok untuk mengakhiri perintah, maka akan keluar output SPSS regresi linear sederhana sebagai berikut
Keterangan : Menjelaskan tentang variabel yang dimasukkan serta metode yang digunakan dalam analisis regresi linear
MEMBUAT PERSAMAAN REGRESI LINEAR SEDERHANA
Secara umum rumus persamaan regresi linear sederhana adalah Y = a + bX. Sementara untuk mengetahui nilai koefisien regresi tersebut kita dapat berpedoman pada output yang berada pada tabel coefficients berikut
a = angka konstan dari unstandardized coefficients. Dalam kasus ini nilainya sebesar 35,420. Angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai arti bahwa jika tidak ada Stres Kerja (X) maka nilai konsisten Kinerja Pegawai (Y) adalah sebesar 35,420
b = angka koefisien regresi. Nilainya sebesar -0,511. Angka ini menggandung arti bahwa setiap penambahan 1% tingkat Stres Kerja (X), maka Kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar -0,511
Kerena nilai koefisien regresi bernilai minus (-), maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa Stres Kerja (X) berpengaruh negatif terhadap Kinerja Pegawai (Y). Sehingga persamaan regresinya adalah Y = 35,420 - 0,511 X
UJI HIPOTESIS DALAM ANALISIS REGRESI LINEAR SEDERHANA
Uji hipotesis atau uji pengaruh berfungsi untuk mengetahui apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak. Sekedar mengingatkan bahwa hipotesis yang saya ajukan dalam analisis regresi linear sederhana ini adalah:
H0 = Tidak ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y).
Ha = Ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y).
Sementara itu, untuk memastikan apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak (dalam arti variabel X berpengaruh terhadap variabel Y) kita dapat melakukan uji hipotesis ini dengan cara membandingkan nilai signifikansi (Sig.) dengan probabilitas 0,05 atau dengan cara lain yakni membandingkan nilai t hitung dengan t tabel.
UJI HIPOTESIS MEMBANDINGKAN NILAI Sig DENGAN 0,05
Adapun yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam analisis regresi dengan melihat nilai signifikansi (Sig.) hasil output SPSS adalah:
- Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil < dari probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y).
- Sebaliknya, jika nilai signifikansi (Sig.) lebih besar > dari probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa tidak ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y).
Output SPSS (coefficients)
Berdasarkan output di atas diketahui nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,001 lebih kecil dari < probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “Ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y)”
UJI HIPOTESIS MEMBANDINGKAN NILAI T HITUNG DENGAN T TABEL
Pengujian hipotesis ini sering disebut juga dengan uji t, dimana dasar pengambilan keputusan dalam uji t adalah:
- Jika nilai t hitung lebih besar > dari t tabel maka ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y)
- Sebaliknya, jika nilai t hitung lebih kecil < dari t tabel maka tidak ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y)
Output SPSS (coefficients)
Berdasarkan output di atas diketahui nilai t hitung sebesar -4,418. Karena nilai t hitung sudah ditemukan, maka langkah selanjunya kita akan mencari nilai t tabel. Adapun rumus dalam mencari t tabel adalah:
Nilai a / 2 = 0,05 / 2 = 0,025
Derajad kebebasan (df) = n – 2 = 12 – 2 = 10
Nilai 0,025 ; 10 kemudian kita lihat pada distribusi nilai t tabel (Download distribusi nilai t tabel), maka di dapat nilai t tabel sebesar 2,228
Karena nilai t hitung sebesar -4,418 lebih besar dari > 2,228, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “Ada Pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y)”. [nilai t hitung -4,418 dianggap lebih besar dari nilai t tabel 2,228 dalam analisis regresi liner sederhana [Pengertian ini, akan lebih jelas jika saya gambarkan dengan kurva uji t dalam analisis regresi linear sederhana dibawah ini]
Catatan: Uji t dapat menjadi alternatif uji hipotesis jika nilai signifikansi hasil SPSS tepat di angka 0,05
UJI HIPOTESIS DENGAN MELIHAT KURVA REGRESI
Pengujian menggunakan kurva regresi akan bermanfaat jika nilai t hitung ditemukan negatif (-) yakni -4,418. Simak dengan teliti kurva regresi di bawah ini
Berdasarkan kurva di atas diketahui bahwa nilai t hitung sebesar-4,418 terletak pada area pengaruh negatif, sehingga dapat disimpulkan bahwa “Ada Pengaruh Negatif Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y)”.
MELIHAT BESARNYA PENGARUH VARIABEL X TERHADAP Y
Untuk mengetahui besarnya pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y) dalam analisis regresi linear sederhana, kita dapat berpedoman pada nilai R Square atau R2 yang terdapat pada output SPSS bagian Model Summary
Dari output di atas diketahui nilai R Square sebesar 0,661. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh Stres Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y) adalah sebesar 66,1 % sedangkan 33,9% Kinerja Pegawai dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.
KESIMPULAN DARI UJI ANALISIS REGRESI LINEAR SEDERHANA
Merujuk pada membahasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa “Stres Kerja (X) berpengaruh negatif terhadap Kinerja Pegawai (Y) dengan total pengaruh sebesar 66,1 %. Pengaruh negatif ini bermakna semakin menurunnya stres kerja seorang karyawan (pegawai) maka akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja pegawai tersebut.
Perlu anda cermati bahwa uji analisis regresi linear sederhana digunakan untuk satu variabel bebas (X). sementara jika anda menggunakan lebih dari satu variabel bebas (X) maka uji yang ideal untuk anda lakukan adalah Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Demikian pembahasan kita kali ini semoga Panduan Lengkap Uji Analisis Regresi Linear Sederhana dengan SPSS dapat bermanfaat, jika ada pertanyaan atau koreksi atas penduan di atas silahkan untuk berkomentar di bawah ini.. terimakasih
[Search: Panduan Lengkap Uji Analisis Regresi Linear Sederhana dengan SPSS, Cara Melakukan Uji Regresi Linear Sederhana dengan Program SPSS, Cara melakukan Uji T dalam Analisis Regresi Linear Sederhana, Arti Koefisien Regresi Negatif Minus, Simple Linear Regression]
[Img: screenshot olah data SPSS versi 21]
Lihat Juga: VIDEO Analisis Regresi Linear Sederhana dengan SPSS
Kak, tolong buat contoh jika var independen 3, moderating 2 dan var dependen 2..ini memakai apa ya? terimakasih sebelumnya- atika.
BalasHapusKak tolong dibuat contoh 3 var independen, 2 variabel moderating dan 2 variabel dependen...ini memakai apa? terimaksih sebelumnya
BalasHapusMinta jawaban tentukan persamaan regresi lineear sederhana
BalasHapusUntuk melaksanakan regresi linier sederhana apakah harus uji validitas dulu?
BalasHapusMin mau tanya, data source-nya udah ga bisa di download ya?
BalasHapusMaaf mau tanya uji menggunakan 2 variabel dependen dan 1 variabel independen itu bagaimana ya?
BalasHapusMaaf mau tanya pak kalau uji menggunakan 2 variabel dependen dan 1 independen bagaimana ya. Contoh pengaruh burnout terhadap efektivitas kerja dan kualitas pelayanan
BalasHapusmas saya gabisa download data distribusi t tabel. penting huhuhu
BalasHapusMas saya gabisa download Data Distrubusi T Tabel nya, gmn ya, penting :(
BalasHapusDari Websitenya spssindonesia.com sampai channel youtubenya saya ubek-ubek buat ngerjain tugas kuliah saya.
BalasHapusterima kasih mas semoga di ganjar amal ibadah sama Allah Swt.
semoga sehat terus dan bisa berkontribusi dengan spss spss seri seri berikutnya.
assalamualaikum pak, saya mau bertanya. judul saya adalah "hubungan konsumsi alkohol dan kualitas tidur terhadap kejadian hipertensi" satu vasiabel dependen yaitu hipertensi dan dua variabel independen konsumsi alkohol dan kualitas tidur. berdasarkan itu, dosen saya menyarankan untuk menggunakan uji regresi linear ini. apakah tepat uji linear ini untuk penelitian saya pak? mohon dijawab
BalasHapusSelamat Pagi Pak, saya ingin bertanya terkait uji linearitas. Bagaimana caranya melakukan uji linearitas variabel moderator dan apalagi moderartor tersebut hanya memiliki satu indikator sehingga tidak ada yg perlu dototalkan. Misalnya variabel usia, jenis kelamin dan pengalaman kerja.
BalasHapusTerima kasih
Teima kasih pak video dan tulisan anda sangat bermanfaat sekali.
BalasHapusbagus
BalasHapusPak mau tanya, cara membuat kurva uji hipotesis dengan melihat kurva regresi itu gimana yaa pak?
BalasHapusAssalamualaikum pak
BalasHapusSaya mau nanyak, penelitian saya ialah pengaruh agrowisata terhadap sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini mencari pengaruh variabel x - variabel y.
Apakah perlu dilakukan uji simultan lagi pak?
Kalau peneltiain ekperimen bisa nggak pakai regresi
BalasHapusassalamualaikum jika untuk uji regresi linear 1 variabel syaratnya harus uji normalitas, uji linearitas apabila salah satu uji ini bermakna dan satunya tidak contoh
BalasHapusuji normalitas saya mendapatkan 0,000 jadi lebih kecil 0,05 jadi tidak ada hubungan ( tidak terdistribusi normal) , sedangkan uji linear sederhana didapatkan nilai sig 0,954 jadi ada hubungan dan nilai F hitung 0,003 < krcil dari F tabel didapat 2,79 ?
pertanyaan saya apakah uji linear sederhana masih bisa dipakai jika salah satu syarat tersebut bermakna ?
assalamualaikum pak ,, ijin bertanya saya sedang menyelesaikan uji thap akhir dimana saya mengukur pengaruh suatu model pembelajaran pada kemampuan pemahaman konsep, data yang saya miliki nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kontrol, bagaimana cara pengujian menggunakan regresi liniear sederhana nya nggih pak? dan mana yang variable x dan mana variable y, mohon bantuannya pak karena saya sangat bingung
BalasHapusMantap, belajar dan terus belajar
BalasHapusAssalammu'alaikum Pak,mohon pencerahanya untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel x terhadap y dalam uji analisis regresi baik sederhana dan berganda sama² menggunakan tabel model summary?
BalasHapusselamat malam mas, terimakasih sebelumnya untuk artikel yang sangat membantu ini, saya ingin bertanya mengenai skripsi saya mas, rancangan penelitian saya kan menggunakan analisis regresi linier sederhana, namun setelah data penelitiannya diolah, didapatkan datanya berdistribusi normal, namun tidak linier, maka otomatis tidak bisa memakai analisis regresi linier untuk uji hipotesis, pertanyaan saya untuk uji hipotesis sebaiknya menggunakan uji apa mas? soalnya dosen saya menyarankan untuk uji hipotesisnya menggunakan non parametrik? terimakasih mas
BalasHapusAssalamualaikum pak.. Izin bertanya.. Jika variabel x nya skala nominal dan variabel Y nya skala rasio, apakah uji yg dapat saya gunakan untuk menilai seberapa besar pengaruh variabel X thd Y? Mohon sekali bantuan bapak..
BalasHapusPak, saya mau bertanya. Judul saya kan pengaruh kegemaran menyanyi lagu mandarin terhadap minat belajar mahasiswa bahasa mandarin. Apakah judul ini sdh memenuhi kriteria untuk menggunakan spss seperti diatas? Makasih
BalasHapusSkor post tes bukan pak?
BalasHapusassalamualaikum selamat malam pa saya putra mahardhika kalo saya mau lihat regresi linear sederhana di komputer tapi saya tidak tahu cara lihat di komputer dan mau download nya bagaimana terima kasih
BalasHapussumpah ini penjelasannya mudah bgt dimengerti. terima kasih
BalasHapusIzin bertanya pak, bagaimana alur regresi saya, jika saya menggunakan data penelitian dengan 3 tahun penelitian, dengan analisis regresi linear sederhana?? Mohon bantuan arahannya
BalasHapusMaaf terlambat update. Link download sudah saya perbaiki. Mohon dapat dipergunakan secara bijak dan semoga sukses lancar untuk tugas SPSS nya. terimakasih
BalasHapusassalamualaikum pak
BalasHapuspak saya mau bertanya, pada penelitian saya saya ingin mengetahu pengaruh variabelx terhadap variabel y dengan menggunakan rumus regresi linear sederhan,kemudian uji yang saya lakukan adalah validitas,reliabilitas, normalitas, linearitas uji tdan f apakah sudah benar pak?
Maaf pak, apakah dalam penelitian model regresi sederhana perlu melakukan uji Asumsi klasik seperti Uji Normalitas??
BalasHapuspak mohon bantuan penjelasaannya, artinya kenaikan/penambahan 1% dalam interpretasi regresi berganda itu apa ya? apakah penambahan responden atau gimana ya pak?
BalasHapusAssalamu'alaikum saya mau bertanya, nilai T hitung sebesar -2,415 dan nilai T tabel 1,992. Apakah nilai T hitung lebih besar dari t tabel ?
BalasHapusTerima kasih sangat membantu, penjelasannya mudah dipahami. Mau tanya Pak, data time series itu maksudnya seperti apa? Mohon penjelasannya. Terima kasih.
BalasHapusAssalamualaikum mau nanya dong,,,itu data x nya beneran pake data independen? Bukan pake hasil angket posttest kan? Atau x dan Y nya pake data dari postes sama pretest?
BalasHapusTerimakasih
Mohon maaf pak mau tanya. Jika konstanta bernilai negatif interpretasi nya bagaimana ya?. Terima kasih
BalasHapussebelumya terimah kasih pak, tapi saya mau tanya untuk menggunakan data time series apakah langkah-langkahnyasama seperti di atas ? kemudian sebelum melakukan analisis regresi sederhana auji apa saja yang perlu di lakukan?
BalasHapuskak, bagaimana untuk mencari x terhadap y1 dan y2?
BalasHapusTerima kasih pak, ini sangat membantu saya dalam hasil uji skripsi saya.
BalasHapusSemoga dijawab ya Pak
BalasHapusSaya mau tanya. Data variabel Y saya sudah diuji normalitas tapi tdk normal. Sudah saya transformasi juga tetap tidak normal. Sedangkan data saya sudah linear. Apakah yang harus saya lakukan agar data saya bisa di uji regresi linearitasnya?
terima kasih penejelasannya lengkap
BalasHapusBapak mohon izin bertanya, kalo boleh tau acuan buku dari panduan yang bapak berikan ini apa ya? mohon kesediannya untuk dijawab, kebetulan saya sedang mengerjakan skripsi hehehe. Terima kasih dan mohon do'anya ya pak:)
BalasHapus